KURASI MEDIA – Kultum atau kuliah tujuh menit menjadi salah satu tradisi dalam kegiatan keagamaan, terutama saat bulan Ramadhan. Biasanya kultum disampaikan setelah shalat berjamaah atau sebelum berbuka puasa.
Bagi remaja dan pelajar, menyampaikan kultum terkadang terasa menegangkan. Karena itu, memilih tema yang ringan, relatable, dan mudah dipahami menjadi hal penting agar pesan dapat diterima dengan baik.
Salah satu tema kultum singkat yang menarik adalah tentang kebiasaan bermain ponsel dan pentingnya menjaga shalat tepat waktu. Tema ini dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.
Baca Juga:Kultum Ramadhan untuk Remaja dan Pelajar: Singkat, Menyentuh, dan Mudah DisampaikanContoh Teks Kultum Ramadhan Singkat 5–7 Menit, Menyentuh dan Mudah Dihafal
Berikut contoh teks kultum singkat namun tetap seru dan bermakna.
Teks Kultum Singkat: “Scroll atau Shalat?”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teman-teman yang dirahmati Allah,
Coba kita jujur sebentar. Mana yang lebih cepat kita respon: notifikasi handphone atau adzan?
Ketika handphone berbunyi, kita langsung membuka layar. Namun ketika adzan berkumandang, sering kali kita berkata, “Sebentar lagi.”
Padahal adzan adalah panggilan dari Allah SWT. Jika teman kita menelepon saja kita cepat menjawab, seharusnya panggilan Allah lebih kita utamakan.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat tepat pada waktunya.
Sayangnya, kita sering merasa waktu masih panjang. Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam scrolling media sosial tanpa terasa, tetapi ketika shalat lima menit saja terasa lama.
Hal ini terjadi karena hati kita lebih sering terhubung dengan dunia daripada dengan Allah SWT.
Baca Juga:Kultum Ramadhan untuk Remaja dan Pelajar: Singkat, Menyentuh, dan Mudah Disampaikan7 Contoh Pembukaan Ceramah yang Baik dan Benar, Mudah Dihafal
Padahal shalat sebenarnya adalah tempat kita mengisi kembali energi spiritual. Seperti handphone yang perlu di-charge agar baterainya penuh, hati manusia juga membutuhkan “charging” melalui shalat.
Jika baterai handphone hampir habis, kita langsung mencari charger. Namun ketika iman mulai melemah, sering kali kita tidak menyadarinya.
Karena itu, mari mulai dari hal kecil. Ketika adzan berkumandang, segera tinggalkan aktivitas dan bersiap untuk shalat.
Jangan menunda-nunda, karena kesempatan untuk berbuat baik tidak selalu datang dua kali.
Semoga kita semua menjadi generasi yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga rajin bersujud kepada Allah SWT.
