KURASI MEDIA – Setelah beberapa aplikasi investasi yang diduga ponzi tumbang sejak awal bulan hingga masuk ke bulan Ramadhan ini, kini menjelang Lebaran satu lagi aplikasi yang diduga terbukti sebagai penipuan yakni aplikasi VID.
Hal ini karena member aplikasi tersbeut mulai susah melakukan penarikan sejak pertengahan Ramadahan lalu, dengan berbagai alasan, salah satunya mengaku sedang melakukan pengajuan untuk IPO ke bursa saham dunia Nasdaq.
Dugaan penipuan itu bukan tanpa dasar, karena pola ini juga pernah dilakukan oleh beberapa aplikasi sebelumnya. Dimana sebuah aplikasi jika menjelang SCAM akan memberikan berbagai alasan untuk menutup fitur penarikannya.
Baca Juga:EIGER Adventure Land Gelar Rekrutmen Massal, Lebih dari 600 Warga Megamendung Ikut SeleksiKorban AMG Pantheon Ancam Gunakan Ilmu Mistis Pada Bandar Ponzi
Padahal sesungguhnya aplikasi sedang mengalihkan semua dana milik anggotanya ke rekening pribadi bandar ponzi yang diduga berada di luar negeri. Bahkan ada dugaan aplikasi ponzi yang marak di indonesia terafiliasi dengan sindikat scammer kamboja.
Sama halnya yang terjadi dengan aplikasi VID ini, aplikasi ini menawarkan penghasilan besar hanya dengan kerja menonton video pendek dari trailer film atau penayangan iklan dari luar negeri.
Dengan pekerjaan yang relatif mudah ini, penghasilan yang diberikan bisa mencapai jutaan rupiah, dengan syarat member harus membeli paket investasi yang ditawarkan. Jadi member hanya bisa mendapatkan penghasilan jika melakukan deposit terlebih dahulu ke aplikasi.
Dari sini saja sudah terlihat bahwa aplikasi ini bukan sekedar aplikasi nonton video, melainkan aplikasi investasi. Namun beberapa hari terakhir aplikasi ini sudah tidak lagi bisa memberikan penghasilan pada anggotanya, padahal dana para anggota masih banyak di aplikasi ini.
Hal ini serupa dengan aplikasi lain yang sudah scam, dimana aplikasi menggunakan alasan IPO saham di NASDAQ agar para member tidak panik karena tidak bisa menarik uang dari aplikasi.
Dan setelah itu aplikasi mewajibkan membernya membayar biaya verifikasi sebagai syarat untuk bisa melakukan penarikan. Padahal tidak ada jaminan, setelah membayar aplikasi pasti membuka fitur penarikan.
Jadi dari apda menambah kerugian dengan membayar deposit, lebih baik segera mengumpulkan bukti transaksi untuk mengajukan pelaporan penipuan ke polisi.
