Capaian UHC Hadirkan Harapan Hidup Baru bagi Penyintas Gagal Ginjal di Kota Bandung

Capaian UHC Hadirkan Harapan Hidup Baru bagi Penyintas Gagal Ginjal di Kota Bandung
Capaian UHC Hadirkan Harapan Hidup Baru bagi Penyintas Gagal Ginjal di Kota Bandung/Narasumber: Rini Aryad (27)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) sebagai upaya untuk menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang adil dan merata. Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemerintah memastikan seluruh warga memiliki akses pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperluas kepesertaan JKN melalui skema Pekerja Bukan Penerima Upah yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (PBPU Pemda). Dalam skema ini, iuran kepesertaan JKN ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Manfaat kepesertaan PBPU Pemda dirasakan secara langsung oleh Rini (27), warga Kota Bandung, yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen PBPU Pemda. Rini saat ini menjalani pengobatan akibat gagal ginjal, kondisi yang mengharuskannya menjalani pemeriksaan rutin dan pengobatan jangka panjang.

Baca Juga:BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026Kota Sukabumi Raih UHC Awards 2026, Cakupan Kepesertaan JKN Tembus 98%

“Selama lima tahun ini saya sangat terbantu sejak kepesertaan JKN saya didaftarkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai peserta PBPU Pemda. Dengan kondisi kesehatan yang saya alami, saya harus rutin berobat. Sekarang saya tidak perlu khawatir lagi soal biaya, karena semuanya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan. Saya benar-benar bersyukur,” ungkap Rini saat ditemui pada Senin (26/01).

Ia menuturkan bahwa proses administrasi pelayanan JKN tergolong mudah dan tidak berbelit. Sejak berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga mendapatkan rujukan ke rumah sakit, seluruh proses dilayani dengan baik tanpa adanya pungutan biaya tambahan.

Rini juga mengapresiasi pelayanan yang ia terima selama menjalani pengobatan. Menurutnya, meskipun seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Program JKN, dirinya tidak pernah merasakan perlakuan berbeda dibandingkan pasien lainnya.

“Mulai dari kontrol rawat jalan, rawat inap, sampai tindakan medis, semuanya dilayani dengan cepat dan profesional. Saya tidak merasa dibeda-bedakan. Dengan kondisi seperti ini, pelayanan yang ramah dan jelas sangat berarti bagi saya,” tuturnya.

Rini berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Bandung atas komitmen yang telah diberikan dalam menjamin kesehatan masyarakat. (MI/rd)

0 Komentar