KURASI MEDIA – Niat puasa qadha menjadi hal penting yang perlu dipahami oleh umat Muslim, terutama setelah menjalani bulan Ramadan.
Puasa qadha dilakukan sebagai bentuk pengganti bagi puasa wajib yang ditinggalkan karena alasan tertentu, seperti sakit, perjalanan, atau kondisi lain yang dibenarkan dalam syariat.
Dengan memahami niat puasa qadha secara benar, ibadah yang dijalankan akan menjadi lebih sah dan sesuai dengan tuntunan.
Baca Juga:KUR BRI 2026 Pinjaman Rp25 Juta, Cocok untuk UMKM PemulaPengangkutan ke TPA Sarimukti Kembali Berjalan, Penanganan Sampah Berangsur Normal
Selain itu, mengetahui tata cara serta dasar hukumnya juga membantu umat Muslim menjalankan kewajiban ini dengan lebih khusyuk dan tepat.
Apa Itu Puasa Qadha?
Puasa qadha adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti hari-hari puasa wajib di bulan Ramadan yang tidak sempat dijalankan.
Kewajiban ini harus ditunaikan di luar bulan Ramadan sebelum datang Ramadan berikutnya, sebagai bentuk tanggung jawab seorang Muslim dalam menyempurnakan ibadah puasanya.
Bacaan Niat Puasa Qadha
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Adapun salah satu hadis yang menjadi dasar kewajiban mengganti puasa Ramadan diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar:
“Aku memiliki utang puasa Ramadan dan aku tidak dapat menggantinya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga:Promo Makanan Hari Ini Terbaru 2026, Diskon Pizza Hut, Domino’s, Yoshinoya hingga GokanaPromo Indomaret Ice Cream Fair 2026: Diskon Es Krim Wall’s, Aice, Campina hingga Glico Wings
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa qadha merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadan, meskipun boleh dilakukan di waktu lain sebelum Ramadan berikutnya tiba.
