KURASI MEDIA, Bogor — Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Di kawasan hulu seperti Puncak, praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali turut memberikan tekanan terhadap ekosistem, mengganggu sistem aliran air, serta meningkatkan risiko banjir dan longsor di wilayah lereng.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), timbulan sampah Indonesia pada tahun 2023 mencapai 56 juta ton sampah setiap tahunnya.
Namun, hanya 39% yang berhasil dikelola dengan baik, sementara 22% masih ditimbun di TPA dengan metode open dumping, dan 39% lainnya terbuang ke lingkungan melalui pembakaran, illegal dumping, atau dibuang ke badan air.
Baca Juga:EIGER Adventure Land Gelar Rekrutmen Massal, Lebih dari 600 Warga Megamendung Ikut SeleksiEIGER Hadirkan Bazaar Ramadan 2026 di Berbagai Kota, Tawarkan Diskon hingga 50% untuk Dukung Persiapan Ramadan
Di tingkat daerah, volume sampah di Kabupaten Bogor yang mencapai ribuan ton per hari turut meningkatkan potensi munculnya titik-titik timbulan sampah liar, khususnya di kawasan penyangga seperti Puncak.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan hulu, pada pertengahan Maret lalu, sebanyak 70 relawan EIGER Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan aksi bersih-bersih sampah di Desa Sukagalih, Megamendung, tepatnya di kawasan Zona Pemanfaatan TNGGP.
Pada tahap awal, tim berhasil mengangkat sekitar 6 ton sampah atau setara dengan empat truk. Berdasarkan estimasi di lapangan, total timbulan sampah di titik tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 ton atau setara dengan 20 truk, sehingga proses pembersihan akan dilakukan secara bertahap.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen EIGER Adventure Land sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas lingkungan di area sekitarnya, termasuk desa penyangga dan kawasan konservasi.
Lebih dari itu, inisiatif ini merefleksikan semangat EIGER Adventure Land dalam menghadirkan pengalaman yang bermakna, di mana interaksi dengan alam tidak berhenti pada eksplorasi, tetapi juga pada tanggung jawab untuk merawat dan menjaganya.
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menekankan bahwa permasalahan sampah di kawasan hulu tidak dapat dilepaskan dari faktor perilaku.
“Permasalahan sampah di kawasan seperti Puncak tidak hanya soal volume, tetapi juga perilaku. Pembuangan sampah sembarangan dapat berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar, mulai dari pencemaran hingga potensi bencana. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bersama-sama menjaga kawasan ini tetap bersih. Perubahan perilaku dan wajib pilah sampah dari sumber sangat penting diwujudkan,” ujarnya.
