KURASI MEDIA – Penguatan rantai nilai inklusif menjadi kunci dalam mendorong modernisasi peternak sapi perah di Jawa Barat sekaligus menjaga keberlanjutan industri susu nasional.
Upaya ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga memastikan keterlibatan peternak kecil agar memperoleh akses yang setara terhadap pembiayaan, pasar, dan layanan pendukung.
Manajer proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (PROMISE II IMPACT), Djauhari Sitorus, menyampaikan, sejak 2023, International Labour Organization (ILO) melalui program PROMISE II IMPACT berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan ekosistem pendukung usaha.
Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Dewa United vs Persib di Pekan 28 Super League 2025/2026Laga Dewa United vs Persib Digelar Tanpa Penonton, Bojan Hodak Tidak Merasa Diuntungkan
Proyek yang didukung Pemerintah Swiss ini mendorong transformasi digital sekaligus memperkuat keterhubungan antara peternak, lembaga keuangan, koperasi, dan pasar di sejumlah daerah, termasuk Jawa Barat sebagai salah satu sentra susu nasional.
“Keuangan yang inklusif bukan hanya soal akses, tetapi juga menciptakan perubahan nyata pada mata pencaharian masyarakat. Dalam kerangka Agenda Kerja Layak ILO, proyek turut mendorong kesehatan finansial, produktivitas, dan ketahanan usaha,” ucap Djauhari.
Ia mengatakan implementasi proyek di lapangan di sektor sapi perah dijalankan melalui kemitraan dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) di Pangalengan, Bandung Selatan.
Koperasi ini menjadi simpul penting dalam rantai nilai susu, tidak hanya sebagai pengumpul dan pemasok susu segar ke industri pengolahan, tetapi juga sebagai penghubung utama peternak rakyat dengan akses pembiayaan dan layanan usaha.
“Tujuan proyek ini adalah membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif bagi UMKM di dalam rantai nilai,” kata Djauhari.
Direktur KPBS Pangalengan, Aun Gunawan, menyebut koperasi memiliki peran strategis dalam memastikan peternak, terutama yang berskala kecil, sehingga dapat terintegrasi dalam sistem usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.
Melalui koperasi, peternak tidak hanya mendapatkan kepastian pasar, tetapi juga pendampingan usaha dan akses terhadap inovasi.
Baca Juga:10+ Kode Redeem FC Mobile Minggu 19 April 2026: Buruan Klaim Hadiah Gratis Sebelum Hangus!Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Minggu 19 April 2026
Transformasi digital menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan rantai nilai tersebut.
Lebih dari 2.000 peternak yang tergabung dalam KPBS kini telah terhubung melalui sistem yang terintegrasi untuk mengotomatisasi dan mengelola proses bisnis inti, atau biasa disebut dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).
