لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالتِّرْمِذِيُّ)
Artinya: “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan,” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Tingkatan rezeki yang kedua adalah kesehatan. Kesehatan adalah nikmat yang luar biasa. Dengan sehat, kita bisa melakukan banyak kegiatan dan ibadah.
Bagi yang memiliki banyak harta tetapi dalam kondisi tidak sehat atau sakit, tentu tidak akan bisa menikmati hartanya.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 23 April 202650 Kode Redeem Free Fire Rabu 22 April 2026: Klaim Hadiah Spesial Stellar Sea Season
Sebaliknya, orang yang sehat meski hidup sederhana, akan merasakan kebahagiaan yang besar.
Maka menjaga kesehatan adalah bagian dari mensyukuri rezeki Allah. Sehat merupakan hal yang sering diabaikan sesuai dengan sabda Rasulullah:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya: ”Ada dua kenikmatan di mana banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas)
Kemudian, tingkatan rezeki yang ketiga adalah anak yang saleh dan ilmu yang bermanfaat. Kita perlu menyadari, tidak semua orang diberikan anak yang saleh.
Anak yang saleh adalah karunia yang sangat besar. Ia menjadi penyejuk hati di dunia dan penolong di akhirat. Begitu pula ilmu yang bermanfaat.
Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan. Ilmu yang diamalkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika kita telah meninggal dunia. Rasulullah bersabda:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara): shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.” (HR Imam Muslim)
Baca Juga:Update KUR BRI April 2026 Pinjaman Rp400 Juta untuk Modal Usaha, Segini Cicilannya Per BulanJadwal Pekan 29 Super League 2025/2026: Persib dan Borneo FC Hadapi Laga Kandang, Persija Hadapi PSIM di Bali
Tingkatan rezeki keempat, dan ini yang paling tinggi, adalah ridha Allah. Inilah puncak dari segala rezeki.
Ketika Allah ridha kepada kita, maka hidup kita akan penuh dengan keberkahan, hati kita akan tenang, langkah kita akan ringan, dan ujian akan terasa lebih mudah dihadapi.
Ridha Allah adalah jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika Allah sudah ridha, maka balasannya adalah surga.
