Ada hati yang kemudian dipenuhi iri dan dengki. Ketika melihat orang lain berhasil, ia merasa sempit.
Ketika melihat orang lain bahagia, ia merasa gelisah. Bahkan terkadang muncul doa-doa buruk agar nikmat itu hilang dari saudaranya.
Padahal sifat iri dan dengki merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya.
Baca Juga:Telkomsel Gelar Roadshow “Terpujilah GURU” di Sumedang, Bekali Guru Hadapi Era AIbank bjb Dan PUSRI Perkuat Sinergi Strategis Melalui Penandatanganan MoU
Ia dapat menghapus pahala, merusak persaudaraan, dan membuat hidup seseorang tidak pernah tenang.
Rasulullah bersabda:
لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Artinya; “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Imam Muslim)
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT melalui Surah An-Nisa ayat 32 menegaskan bahwa sifat hasad atau iri dengki tidak membawa kebaikan, melainkan dapat memicu permusuhan, merusak hubungan antarmanusia, dan menimbulkan perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Artinya: “Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Iri hati sering muncul karena seseorang terlalu sibuk melihat nikmat orang lain, tetapi lupa mensyukuri nikmat dirinya sendiri.
Padahal setiap manusia telah Allah tetapkan jalan hidupnya masing-masing. Sejatinya, rezeki, kedudukan, kemampuan, dan keberhasilan seseorang merupakan bagian dari ketetapan Allah. Karena itu, tidak pantas seorang mukmin membenci keberhasilan saudaranya.
Allah berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 32;
اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّاۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ٣٢
Artinya; Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Baca Juga:KDS dan APKASI Sampaikan Aspirasi Daerah ke MenPAN-RBBOGORUN 2026 Bersama bank bjb Hadirkan Energi Positif di Kota Hujan
Lebih jauh lagi, sikap iri hati atau hasad dapat memberikan dampak yang sangat merugikan bagi pelakunya, bahkan dapat menghapus nilai-nilai kebaikan yang telah dilakukan.
