Bidan Neng Ira Ingatkan Bahaya 'Kenyang Palsu' Akibat Jajanan Manis yang Picu Gizi Buruk Anak

Kebiasaan orang tua memberikan jajanan manis untuk menenangkan anak yang rewel memicu fenomena \"kenyang palsu\"
Kebiasaan orang tua memberikan jajanan manis untuk menenangkan anak yang rewel memicu fenomena \"kenyang palsu\" yang menjadi salah satu penyebab utama gizi buruk. Kondisi ini diperparah oleh salah kaprah menahun terkait pemberian kental manis sebagai pengganti susu harian. Bidan asal Bandung, Bidan Neng Ira, menjelaskan bahwa konsumsi makanan atau minuman tinggi gula memberikan lonjakan energi instan yang menipu saraf otak anak, sehingga rasa lapar mereka hilang seketika. Akibatnya, anak akan menolak saat diberikan makanan utama yang padat gizi. \"Anak-anak kecil itu biasanya lebih senang jajan yang manis-manis. Nah, sedangkan kalau misalkan sudah dikasih yang manis, pasti anak itu merasa kenyang, merasa cukup makannya. Kalau misalkan kita kasih makanan pun, anak tersebut pasti menolak karena udah kenyang duluan,\" ujar Bidan Neng Ira.
0 Komentar

Di sisi lain, ia menekankan bahwa pemenuhan gizi seimbang bagi anak tidak harus mahal. Orang tua dapat memanfaatkan bahan makanan lokal dan musiman yang harganya ramah di kantong namun memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

“Mendingan ini aja, kalau misalkan buat gizi anak bisa aja kasih telur, tempe, tahu, ati ayam, dan ikan-ikanan. Atau bahkan kalau di rumah ada daun kelor, boleh tuh disayur atau dibikinin kue. Itu malah lebih baik buat anak karena ada tambahan protein nabatinya,” pungkasnya. (**)

0 Komentar