“Melalui inisiatif ini, kami ingin meningkatkan kapasitas dan keandalan ekosistem telekomunikasi digital yang kami miliki, sehingga dapat menghadirkan pengalaman dan layanan yang semakin optimal untuk mendukung pelanggan enterprise di Indonesia,” kata Nanang.
Lebih lanjut, Nanang menambahkan, skala jaringan global China Unicom membuka peluang bagi TelkomGroup untuk saling bertukar wawasan teknis dan benchmark kelas dunia. “Kami optimis kolaborasi ini akan mendorong percepatan modernisasi jaringan serta memperkuat daya saing infrastruktur digital nasional ke depannya,” lanjutnya.
Senada, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, kemitraan ini merupakan bagian dari langkah TelkomGroup untuk memperluas kerja sama strategis dengan mitra global yang memiliki kapabilitas dan pengalaman komplementer.
Baca Juga:ADV160 Mystery Exploride Ajak Komunitas Honda Rasakan Sensasi Petualangan Penuh TantanganBuka Akses Belajar Lebih Luas, PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas bagi Anak Yatim dan Dhuafa
“Melalui skema multilateral ini, kami ingin menggabungkan kekuatan TelkomGroup dengan kapabilitas global China Unicom untuk membuka peluang bisnis baru serta menghadirkan nilai yang semakin relevan bagi pelanggan dan industri di Indonesia,” jelas Seno.
Penjajakan kolaborasi di lima bidang yang telah disepakati akan melibatkan Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel sesuai dengan kapabilitas serta portofolio bisnis masing-masing. Dengan pendekatan ini, setiap inisiatif dapat melibatkan satu atau lebih entitas TelkomGroup, bergantung pada relevansi solusi dan kebutuhan pelanggan.
Kemitraan ini juga memungkinkan pemanfaatan kapabilitas para pihak secara dua arah. China Unicom dapat memanfaatkan infrastruktur TelkomGroup, termasuk layanan data center, cloud, dan konektivitas.
Di sisi lain, TelkomGroup dapat memanfaatkan kapabilitas teknologi serta jaringan ekosistem global China Unicom untuk mendukung pengembangan solusi sekaligus membuka akses ke pelanggan dan pasar internasional.
Skema resiprokal ini juga turut memperluas ruang kolaborasi kedua grup, tidak hanya dalam bentuk hubungan business-to-business konvensional, tetapi juga melalui pemanfaatan kapabilitas dan ekosistem masing-masing entitas.
Tahap selanjutnya akan mencakup validasi pasar, pertukaran wawasan dan benchmark global, demonstrasi kapabilitas, pendalaman teknis, alih pengetahuan, serta penjajakan inisiatif bersama. Setiap peluang yang teridentifikasi akan dievaluasi berdasarkan kesiapan pasar, nilai bisnis, serta peran dan kapabilitas masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.
Dengan kolaborasi ini, TelkomGroup tetap memegang peran utama dalam hubungan komersial dengan pelanggan di Indonesia. Keterlibatan China Unicom dengan pelanggan TelkomGroup akan dilakukan bersama di bawah TelkomGroup, sementara China Unicom memberikan dukungan sesuai cakupan kerja sama berdasarkan kesepakatan para pihak.
