Jika pada periode 2026–2029 AI masih banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam aktivitas sehari-hari, pada 2030 pemanfaatannya diperkirakan berkembang menuju AI agentic dan operasional yang terintegrasi, dengan konsumsi yang diperkirakan mencapai sekitar 70% dari total kapasitas data center.
Proyeksi tersebut turut menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur untuk menopang peningkatan kebutuhan komputasi AI. Menangkap peluang tersebut, NeutraDC menyiapkan rencana pengembangan AI data center dengan kapasitas hingga 1 GW di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, yang diperkuat dengan 26 edge data center di 21 kota guna mendukung pemerataan kapabilitas komputasi secara nasional.
Dari sisi energi, PLN menyampaikan kesiapan untuk menjadi mitra strategis dalam menyediakan reliable power dan green energy, termasuk mempersiapkan pasokan listrik berskala gigawatt untuk mendukung pertumbuhan data center sekaligus agenda dekarbonisasi nasional.
Baca Juga:Dukung Ekosistem Ekonomi Kreatif, BRI Bertindak Nyata Dorong Potensi Pegiat Kopi Rumahan di Jawa BaratTelkomGroup dan China Unicom Jalin Kemitraan Strategis untuk Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
Dalam sesi diskusi, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei menekankan pentingnya menyelaraskan proyeksi kebutuhan AI nasional dengan kesiapan infrastruktur digital dan energi agar investasi BUMN dapat memberikan nilai strategis yang terukur.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menggarisbawahi peran koordinasi lintas kementerian dan regulasi dalam mendukung pembangunan ekosistem AI yang berdaulat.
Sementara itu, Direktur NeutraDC Rakhmad Tunggal Afifuddin memaparkan kesiapan infrastruktur AI data center NeutraDC serta strategi phasing pengembangan menuju kapasitas 1 GW, termasuk strategi tiga wilayah (3-region strategy) untuk mendukung pemerataan kapasitas komputasi AI di berbagai wilayah Indonesia. Strategi ini turut menjadi acuan dalam menyelaraskan proyeksi demand BUMN pada hari pertama workshop.
Hasil validasi hari pertama selanjutnya menjadi baseline untuk agenda hari kedua, yang akan berfokus pada pemetaan peluang investasi Phase-1 serta penjajakan bankabilitas bersama investor dan lembaga pembiayaan. Rangkaian agenda ini menjadi bagian dari upaya menyatukan proyeksi kebutuhan AI dengan kesiapan infrastruktur digital dan dukungan energi, guna membangun fondasi AI Indonesia yang berdaulat, andal, dan berkelanjutan.
