Terkait kinerja BRI, hingga akhir triwulan II 2026, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% yoy, terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun.
Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan BRI dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6% pada triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada triwulan II 2026.
Capaian kinerja tersebut berjalan beriringan dengan pengakuan terhadap posisi BRI di tingkat nasional dan regional. Selain mencatatkan capaian dalam Fortune Indonesia 100 2026, BRI menempati peringkat pertama di antara perusahaan sektor finansial asal Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 2026, sekaligus berada di posisi ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara.
Baca Juga:Kemeriahan Anniversary ke-17 HBRC Bandung: Miles to Go – Bonds to Keep di CiwideySemarakkan Gaya Hidup Sehat, BRI Boyong Keseruan dan Promo Melimpah Lewat BRImo di Cianjur
Posisi tersebut menempatkan BRI dalam jajaran korporasi utama di kawasan Asia Tenggara, bersama sejumlah perusahaan besar regional seperti Olam Group dari Singapura, Petrovietnam dari Vietnam, Top Frontier Investment dari Filipina, dan Sea dari Singapura. Capaian tersebut menunjukkan daya saing BRI yang semakin kuat di tengah dinamika industri keuangan dan persaingan global yang terus berkembang.
