Langkah tersebut juga menjadi bagian dari GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Save Our Planet, yang menjadi payung program Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom dalam mendorong berbagai inisiatif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di The Telkom Hub, upaya transisi energi telah berjalan melalui sejumlah inisiatif pemanfaatan energi terbarukan. Berdasarkan Sustainability Report Telkom tahun 2025, sebanyak 77 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) telah dioperasikan di kawasan The Telkom Hub. Pemanfaatan energi surya ini diproyeksikan menghemat konsumsi listrik gedung Telkom Landmark Tower sebesar 20.235,6 kWh per tahun.
Selain pemanfaatan energi terbarukan secara langsung, Telkom juga menggunakan REC sebagai instrumen berbasis pasar untuk mendukung pengelolaan emisi Cakupan 2. Sebanyak 45.407 REC dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah dibeli Telkom dan operating company PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), yang berpotensi menurunkan emisi sebesar 42.425,7 ton CO?e.
Baca Juga:BRI Kembali Gelar BRI inFrame 2026, Rekam Wajah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Lewat FotografiBRI Raih 4 Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026, Tegaskan Fundamental dan Bisnis yang Solid
REC juga menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan TelkomGroup dalam pencapaian target NZE, khususnya untuk pengurangan emisi GRK Cakupan 2 market-based. Pemanfaatannya memungkinkan perusahaan mendukung penggunaan energi terbarukan sekaligus memperkuat transparansi dan keterlacakan atribut energi terbarukan dalam pengelolaan emisi listrik.
Rangkaian upaya tersebut turut mengantarkan The Telkom Hub sebagai kawasan yang telah mencapai net zero untuk emisi Cakupan 1 dan 2. Pencapaian ini menjadi salah satu milestone dalam perjalanan Telkom mewujudkan operasional yang lebih rendah karbon sekaligus menerapkan Rencana Transisi Iklim secara nyata.
Direktur Utama EMI Henri Firdaus mengatakan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi, efisiensi dan optimalisasi energi menjadi semakin penting. Tujuan efisiensi energi bukan semata-mata untuk mengurangi penggunaan energi, tetapi bagaimana mengoptimalkan energi yang tersedia agar dapat digunakan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap dapat terus menjadi sustainable partner bagi Telkom, termasuk dalam mendukung upaya pengelolaan dan offset emisi dari berbagai kegiatan dengan cakupan Scope 1 hingga Scope 3. Pengelolaan emisi juga perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari gas buang, tetapi termasuk pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi,” urainya.
