BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah, Pertegas Komitmen Keberlanjutan dan Menjaga Lingkungan

Dok bri
Dok bri
0 Komentar

Di lain pihak, Baiq Putri Andini, salah satu volunteer program waste management BRI Peduli, mengungkapkan bahwa banyak pelajaran yang diperoleh dari pembekalan yang diberikan. “Banyak sekali edukasi dari orang-orang yang berpengalaman di bidang sampah. Kemudian kita sama-sama memberikan ilmu yang sangat luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa program BRI Peduli Yok Kita Gas Waste Management di Mandalika dirancang untuk melengkapi momentum penyelenggaraan MotoGP melalui penguatan pengelolaan lingkungan. Melalui program ini, BRI terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam mengatasi persoalan sampah serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan.

“MotoGP Mandalika merupakan ajang olahraga internasional, sehingga pengelolaan kebersihan menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan event yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga:Perkuat Ekosistem Digital dan Komunitas, bank bjb Hadirkan Kartu ATM bank bjb Edisi PERSIBTawarkan Lebih dari 5.000 Aset, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 Hadir di Seluruh Indonesia

Dhanny juga menegaskan, melalui program ini, BRI tidak hanya menempatkan diri sebagai entitas bisnis, melainkan sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan dengan edukasi literasi keuangan dan pemberdayaan bank sampah yang sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kota berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim.

“Kami juga memastikan bahwa setiap upaya pengelolaan sampah mampu memberikan nilai tambah ekonomi atau shared value bagi komunitas yang terlibat,” tegasnya.

Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli “Yok Kita Gas” telah dilaksanakan di 117 lokasi di Indonesia yang tersebar di 45 bank sampah, 5 pasar tradisional, 44 kelurahan, 91 sekolah, 44 titik sungai, dan 25 titik penyebaran Collection Point Vending Machine.

Program ini juga telah berhasil mengumpulkan 519,98 juta kg sampah anorganik, 779,74 juta kg sampah organik, menghasilkan 1.003 liter pupuk organik cair, 24.025 unit pupuk kompos, 777 liter eco enzyme, serta potensi reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e.

Program ini juga telah menyelenggarakan 12 jenis pelatihan manajemen sampah serta menyalurkan 45 unit mesin pengolahan sampah, 43 jenis peralatan penunjang bank sampah, 44 unit kendaraan penunjang bank sampah, 3 unit rumah maggot, 249 unit tempat sampah, 50 unit komposter, 1.960 unit kantong pilah, dengan menghasilkan 5 inovasi produk pengelolaan sampah.

0 Komentar