Dukung Ekspor dan Kesejahteraan Petani, bank bjb Perkuat Kemitraan dengan Wanoja Coffee

wanoja kopi
Kegiatan Lepas Ekspor Wanoja Coffee di Center of Excellence, Korporasi Petani Kopi, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Selasa, (27/10). Wanoja Coffe mengekspor kopi ke Arab Saudi sebanyak 19.200 kilogram dengan nilai transaksi Rp4.017.600.000.
0 Komentar

Keberadaan jaringan petani tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha kopi memiliki dampak yang melampaui aktivitas perdagangan. Penguatan kapasitas usaha turut membuka ruang bagi peningkatan produktivitas perkebunan, pengembangan keterampilan budidaya, dan perluasan kesempatan ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian.

Bagi bank bjb, sektor perkebunan merupakan salah satu bidang yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Melalui pendekatan kemitraan, bank bjb mendorong agar akses terhadap pembiayaan dapat mendukung aktivitas produktif petani, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pengembangan usaha setelah panen.

Kerja sama bank bjb dengan Wanoja Coffee selama ini antara lain berjalan melalui pola referral pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani mitra binaan. Dalam skema tersebut, Wanoja Coffee merekomendasikan petani kepada bank bjb untuk pengajuan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku, sementara proses persetujuan dan penyaluran kredit tetap dilaksanakan berdasarkan prosedur serta penilaian bank.

Baca Juga:Konsisten Melakukan Buyback Saham, BRI Optimistis Fundamental Perseroan Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang Sovereign Tech Summit 2026: NeutraDC Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI

Setelah pembiayaan dicairkan, pengelolaan dana untuk kebutuhan budidaya dilakukan melalui mekanisme yang disepakati, termasuk pemindahbukuan berdasarkan surat kuasa dari petani. Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian, seperti bibit, pupuk, upah tenaga kerja, dan berbagai kebutuhan budidaya lainnya selama satu siklus produksi.

Wanoja Coffee juga menjalankan fungsi pendampingan dan monitoring secara berkala kepada petani mitra, mulai dari masa budidaya hingga panen. Pada saat panen, hasil produksi kopi petani berupa cherry maupun beans dibeli oleh Wanoja Coffee sesuai harga yang telah disepakati di awal. Pola ini membantu menghubungkan dukungan pembiayaan dengan kebutuhan produksi serta pemasaran hasil perkebunan.

Kerja sama tersebut turut tercermin dalam portofolio pembiayaan petani mitra binaan Wanoja Coffee. Sepanjang 2022 hingga 2026 tercatat 90 fasilitas pembiayaan dengan total penyaluran mencapai Rp6,635 miliar. Selain memperkuat pasar domestik, Wanoja Coffee juga menunjukkan perkembangan orientasi ekspor. Pada 2022 volume penjualan sebesar 25 ton, kemudian meningkat menjadi 35 ton pada 2023, dan mencapai 80 ton pada 2024. Pada periode yang sama, porsi ekspor meningkat dari 10 persen pada 2022 menjadi 17 persen pada 2023, kemudian mencapai 63 persen pada 2024.

0 Komentar