Melengkapi dukungan pembiayaan, BRI menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas akses pasar pelaku UMKM. Hingga Juni 2026, Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa, sedangkan Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha. Pada kanal digital, linkumkm by BRI telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, sementara Rumah BUMN telah diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha.
“UMKM tidak hanya menjadi core business Perseroan, tetapi juga merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, peran BRI tidak berhenti sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, membantu meningkatkan kapasitas dan daya saing, hingga mampu naik kelas. Kami ingin pertumbuhan BRI berjalan beriringan dengan kemajuan UMKM dan ekonomi kerakyatan,” tutup Hery.
