Pendekatan berbasis kawasan industri dipilih karena kawasan industri terpadu menyediakan kesiapan lahan, utilitas, akses logistik, dan tata ruang yang tertata dalam satu ekosistem. Dengan model ini, pengembangan data center dapat direncanakan sejak awal bersama kesiapan pasokan energi dan konektivitas, tidak dibangun secara terpisah. Dalam National Sovereign Technology Roadmap Telkom, pendekatan ini diarahkan untuk mendukung terbentuknya National AI Data Center Hub dan Sovereign AI Infrastructure.
Setiap pihak membawa kapabilitas yang saling melengkapi dari hulu ke hilir. Pengelola kawasan industri terpadu membawa pengalaman pengelolaan kawasan, termasuk kesiapan lahan, utilitas, dan ekosistem pendukung. PLN mendukung pasokan listrik, kesiapan jaringan, dan keandalan daya yang menjadi syarat utama data center berskala besar. TelkomGroup melalui NeutraDC membawa keahlian membangun dan mengoperasikan data center, konektivitas, serta infrastruktur digital terintegrasi.
Danantara Indonesia berperan dalam memperkuat strategic alignment, ecosystem orchestration, cross-BUMN adoption, serta membuka ruang koordinasi investasi dan pengembangan demand sehingga capability yang dibangun memiliki jalur pemanfaatan yang relevan.
Baca Juga:BRI Dukung Pemerintah Salurkan Bonus Rp158 Miliar bagi Peraih Medali Asian Games dan Asian Para GamesMerintis dari Sepada Motor, Kini Antoni Mampu Kirim hingga 3 Truk Sehari Berkat Pemberdayaan BRI
Sejalam, Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menegaskan komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui penyediaan pasokan listrik yang andal. Seiring pesatnya transformasi digital, kebutuhan listrik sektor data center diproyeksikan terus meningkat.
“Pertumbuhan industri data center di Indonesia membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar, namun juga andal dan stabil. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang mampu mengikuti perkembangan proyek. Melalui kolaborasi ini, PLN siap menjajaki skema penyediaan infrastruktur kelistrikan yang sesuai kebutuhan, dengan tetap memperhatikan aspek reliability, scalability, dan sustainability,” tutup Suroso.
Kolaborasi National AI Data Center Hub tersebut menggunakan pendekatan ecosystem-based, di mana masing-masing pihak tetap menjalankan perannya sesuai kompetensi dan tata kelola masing-masing. Pengumuman pada DTIIF merepresentasikan strategic intent dan ecosystem alignment, serta tidak dengan sendirinya membentuk komitmen definitif terkait nilai investasi, kapasitas pembangunan, technology architecture, deployment, maupun model komersial tertentu.
Pembahasan lebih lanjut mengenai lingkup pekerjaan, kebutuhan teknis, skema investasi, pengaturan komersial, serta mekanisme implementasi akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Apabila tercapai kesepakatan, detail tersebut akan dituangkan dalam perjanjian definitif sesuai tata kelola masing-masing perusahaan dan institusi.
