Mengenal Tahapan Keparahan Penyakit Diabetes, Mulai dari Diagnosis hingga Pemakaian Insulin

ILUSTRASI: tahapan keparahan penyakit diabetes. (Freepik)
ILUSTRASI: tahapan keparahan penyakit diabetes. (Freepik)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Tahapan keparahan penyakit diabetes pada masing-masing orang berbeda. Hal ini tergantung dari banyak hal yang menjadi sebab keparahannya.

Dari penyebab pemicu diabetes juga bisa menimbulkan keparahan, kemudian dari perawatan dan tata laksana, termasuk dari pola hidup paska diabetes, apakah mulai mengatur pola makan atau tidak.

Penyakit diabetes melibatkan beberapa tahapan yang mencakup diagnosis, pengelolaan tanpa insulin, dan akhirnya, penggunaan insulin. Dari masing-masing tahapan ini memakan waktu yang tidak sama pada msing-masing pasien.

Berikut adalah tahapan umum penyakit diabetes:

1. Diagnosis Diabetes

Diabetes tipe 1

Baca Juga:Mengenal Karakter K-Poper dari Gen Z yang Dibilang Hobi Menghalu4 Januari Peringati Hari Hipnotis Sedunia, Begini Langkah Mempelajari Hipnotis Bagi Pemula

Biasanya didiagnosis pada usia muda dan berkaitan dengan kurangnya produksi insulin oleh pankreas. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan gula darah dan tes tambahan.

Diabetes tipe 2

Lebih umum terjadi pada usia dewasa dan berkaitan dengan resistensi insulin dan produksi insulin yang kurang efektif. Diagnosis juga melibatkan pemeriksaan gula darah dan tes tambahan.

2. Pengelolaan Tanpa Insulin:

– Diet dan Olahraga

Pasien biasanya dianjurkan mengadopsi pola makan sehat dan aktifitas fisik untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

– Obat-Obatan Tanpa Insulin

Pasien mungkin diberikan obat oral atau obat suntik non-insulin untuk membantu mengatur gula darah. Contoh obat termasuk metformin atau sulfonilurea.

– Monitoring Kadar Gula Darah

Pasien diharapkan secara teratur memantau kadar gula darah mereka untuk memastikan bahwa tingkat gula darah berada dalam kisaran yang diinginkan.

– Perkembangan Resistensi Insulin atau Penurunan Produksi Insulin

Seiring waktu, pada diabetes tipe 2, resistensi insulin dapat meningkat atau produksi insulin dapat semakin menurun. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan dosis obat atau perubahan dalam pengelolaan penyakit.

3. Penggunaan Insulin

Pada beberapa titik, jika pengelolaan tanpa insulin tidak cukup efektif, dokter dapat merekomendasikan penggunaan insulin.

Baca Juga:Banyak Gempa, Ini Pentingnya Menyiapkan Tas Siaga Bencana dan Apa saja IsinyaAplikasi Penghasil Uang Poly Comercial VIRAL, Jadi Reinkarnasi Simonida Media yang Diduga Bakal Ikutan Scam

Insulin dapat diberikan melalui suntikan, dan dosisnya harus disesuaikan dengan ketat sesuai dengan kebutuhan individu.

4. Edukasi dan Perubahan Gaya Hidup

Pendidikan tentang penggunaan insulin, penyimpanan insulin, dan teknik penyuntikan yang benar akan diberikan kepada pasien.

Perubahan gaya hidup terus ditekankan, termasuk diet sehat, olahraga teratur, dan manajemen stres.

0 Komentar