Energi Bersih dari Jawa Barat: Bagaimana Pengembangan PLTP Bisa Selaras dengan Konservasi Alam

Energi Bersih dari Jawa Barat: Bagaimana Pengembangan PLTP Bisa Selaras dengan Konservasi Alam
Energi Bersih dari Jawa Barat: Bagaimana Pengembangan PLTP Bisa Selaras dengan Konservasi Alam
0 Komentar

KURASI MEDIA, Jakarta, 27 November 2025 — Pengembangan energi bersih di Jawa Barat terus menunjukkan arah baru bagi masa depan energi Indonesia. Dengan pendekatan ilmiah, pengawasan lintas kementerian, dan perencanaan konservasi yang terukur, pengembangan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di wilayah ini menggambarkan bagaimana kebutuhan energi dapat dipenuhi tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Indonesia menyimpan sekitar 40–50 persen cadangan geothermal dunia, menjadikannya salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar. Bila dikelola optimal, kapasitas energi panas bumi nasional diperkirakan dapat mencapai 23.000–24.000 megawatt, setara kebutuhan listrik Pulau Jawa. Geothermal juga merupakan energi hijau ramah lingkungan, berkelanjutan, dan minim polusi. Selain menghasilkan listrik, pemanfaatan panas bumi juga dinilai mampu membangun ekosistem ekonomi baru di daerah, mulai dari pertanian, pariwisata, hingga sektor usaha mikro.

Jawa Barat berada di pusat kebutuhan energi Indonesia. Sebagai provinsi dengan populasi terbesar dan aktivitas industri yang tinggi, pemerataan energi bersih menjadi syarat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup jutaan warganya. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pengembangan energi panas bumi terus didorong, termasuk melalui penetapan sejumlah proyek sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju sumber energi rendah emisi.

Baca Juga:Transaksi Kredit Karbon dari PLTP dan PLTBg Pertamina Capai 37 Ribu Ton C02e di COP30Bandung Barat Mantapkan Posisi sebagai Sentra Produksi Susu Jawa Barat

Panas bumi memainkan peran vital karena berbeda dari energi terbarukan lainnya: ia stabil, mampu beroperasi 24 jam, memiliki emisi karbon sangat rendah, dan ketersediaannya yang sangat besar di Jawa Barat. Namun, yang jarang dipahami publik adalah bagaimana pengembangan PLTP di daerah ini dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati dan bertanggung jawab, terutama ketika potensi panas bumi berada di sekitar kawasan hutan atau ruang konservasi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan komitmen Indonesia menurunkan tingkat emisi dengan target net zero emission (NZE) di 2060, percepatan PSN geothermal di Jawa Barat bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi masa depan energi yang lebih bersih, lebih adil, kuat, dan berkelanjutan—sambil memastikan bahwa taman nasional, hutan, dan ekosistem mempunyai nilai yang tinggi dan tetap terlindungi.

0 Komentar