KURASI MEDIA – Upaya meningkatkan pemahaman keuangan generasi muda kembali digaungkan lewat kolaborasi PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA-SBM ITB).
Bersama platform pindar PT Plus Ultra Abadi (UATAS) dan PT Smartec Teknologi Indonesia (Bantusaku), kolaborasi ini menghadirkan Kuliah Umum Edukasi Keuangan Pribadi di Kampus MBA SBM ITB, Jumat (28/11/2025).
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Bulan Fintech Nasional yang diinisiasi Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Baca Juga:Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior untuk Perkembangan AnakLink Live Streaming Madura United vs Persib di Pekan 14 Super League 2025/2026
Kegiatan ini menyasar mahasiswa S1 dan S2 SBM ITB dengan tujuan memperkuat literasi keuangan sejak dini, khususnya dalam kemampuan mengelola keuangan sebelum mereka terjun ke dunia profesional.
Tantangan ekonomi digital saat ini menuntut generasi muda untuk memahami risiko, menjaga keamanan data pribadi, hingga memulai kebiasaan finansial yang sehat.
Easycash Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan untuk Gen Z dan Milenial
Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menegaskan bahwa sebagai platform pinjaman daring (pindar) berizin dan diawasi OJK, Easycash memiliki tanggung jawab menghadirkan edukasi yang relevan bagi Gen Z dan milenial.
“Kemampuan memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan dan literasi digital kini menjadi kebutuhan esensial bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Easycash ingin membantu mahasiswa/mahasiswi memahami manfaat dan risiko dari platform pindar, teori piramida perencanaan keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital,” ungkap Wildan.
Peningkatan literasi keuangan menjadi semakin mendesak. Meskipun Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat tingkat literasi mencapai 65,4 persen, angkanya masih tertinggal dari tingkat inklusi yang telah menembus 80,55 persen.
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan meningkat, namun pemahaman mereka belum sepenuhnya matang.
IA-SBM ITB Soroti Tantangan Generasi Muda di Era Ekonomi Digital
Ketua Umum IA-SBM ITB, Novrizal Pratama, menilai rendahnya literasi dibandingkan inklusi keuangan menjadi tantangan besar bagi mahasiswa yang bersiap memasuki dunia kerja.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Minggu 30 November 2025Daftar Tempat Nobar Persib Lawan Madura United yang Ada di Bandung
“Pengelolaan keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi tentang memahami risiko, membuat perencanaan, serta mampu membedakan layanan yang aman dan legal dari layanan yang berpotensi merugikan,” kata Novrizal.
