Deloitte Money League 2026: MU Catat Posisi Terburuk, Real Madrid Pecahkan Rekor

Deloitte Money League 2026: MU Catat Posisi Terburuk, Real Madrid Pecahkan Rekor
Deloitte Money League 2026: MU Catat Posisi Terburuk, Real Madrid Pecahkan Rekor
0 Komentar

KURASI MEDIA – Manchester United mencatatkan penurunan signifikan dalam Deloitte Football Money League 2026, dengan terlempar ke posisi terendah sepanjang sejarah keikutsertaan mereka. Sementara itu, Real Madrid kembali menegaskan dominasinya sebagai klub dengan pendapatan tertinggi di dunia sepak bola.

Klub raksasa Spanyol tersebut membukukan pendapatan rekor sebesar 1,2 miliar euro, sekaligus memimpin daftar 20 besar klub dengan total pendapatan gabungan mencapai 12,4 miliar euro.

Angka tersebut mengalami kenaikan 11 persen dibandingkan musim sebelumnya. Di bawah Real Madrid, Barcelona menempati posisi kedua, disusul Bayern Munich di peringkat ketiga dan Paris Saint-Germain di urutan keempat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Money League, tidak ada klub Inggris yang menembus empat besar, seperti dikutip dari ESPN.

Baca Juga:Lyon dan Aston Villa Lolos Otomatis ke 16 Besar Liga Europa, Puncak Klasemen TerkunciIni Dia Kode Redeem FC Mobile 22 November 2026, Buruan Klaim Sekarang!

Manchester United harus puas berada di peringkat kedelapan, yang menjadi posisi terburuk mereka dalam 29 edisi Deloitte Football Money League. Klub berjuluk Setan Merah itu kini menjadi klub Inggris keempat dengan pendapatan terbesar, berada di bawah Liverpool, Manchester City, dan Arsenal.

Liverpool tampil sebagai klub Inggris dengan pendapatan tertinggi musim ini dengan menempati posisi kelima secara keseluruhan.

Pemimpin Sports Business Group Deloitte, Tim Bridge, menilai Manchester United masih memiliki potensi besar secara komersial.

“United masih bisa dibilang sebagai merek klub sepak bola global terbesar, dan karena itu mereka memiliki kesempatan untuk memaksimalkannya dengan cara yang hanya mungkin bagi segelintir klub,” ujar Bridge.

Meski demikian, Bridge mengakui bahwa situasi saat ini berbeda dibandingkan satu dekade lalu.

“Jika Anda melihat pendapatan hari pertandingan Manchester United 10 atau 15 tahun lalu, mereka adalah pemimpin industri. Jika melihat kemampuan mereka menghasilkan pendapatan komersial, itu menjadi tolok ukur. Saya tidak berpikir hal itu masih berlaku sekarang.”

Menurut laporan Deloitte, merosotnya posisi Manchester United dipicu oleh penurunan pendapatan siaran, dari 258 juta euro menjadi 206 juta euro, seiring absennya mereka dari Liga Champions musim 2024–2025. Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan ketidakhadiran United di kompetisi Eropa pada musim berjalan.

Baca Juga:Kode Redeem FF Hari Ini 22 Januari 2026, Hadiah Diamond dan Skin GratisPSSI Akan Umumkan Apparel Baru Jersi Timnas Indonesia Jumat Ini

Selain itu, pendapatan hari pertandingan juga diperkirakan menurun karena United hanya akan menjalani 20 laga kompetitif di Old Trafford pada musim 2025–2026, setelah gagal melangkah jauh di ajang piala domestik.

0 Komentar