Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Syaban Bulan Shalawat dan Persiapan Menuju Ramadhan

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang Syaban bulan shalawat dan persiapan menuju Ramadhan. (Pixabay/prithpalbhatia9)
0 Komentar

Bulan Sya’ban disebut sebagai bulan shalawat karena umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat pada bulan ini.

Penyebutan tersebut berkaitan dengan turunnya ayat Al-Qur’an yang berisi perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”. (Qs. Al-Ahzab: 56).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 23 Januari 2026Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Islam Mengajarkan Adab Mengucap Terima Kasih Kepada Allah

Ibnu Katsir dalam kiab Tafsîrul Qur’ânil ‘Azhîm juz 6 halaman 405 menjelaskan bahwa maksud ayat tersebut adalah Allah Swt mengabarkan tentang kedudukan Nabi Muhammad di hadapan penduduk langit.

Pun, Allah memuji Nabi Muhammad saw di sisi para malaikat, dan para malaikat pun bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Selanjutnya, Allah Ta’ala memerintahkan penduduk bumi untuk membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw agar seluruh pujian dari langit dan bumi berkumpul pada diri Nabi Muhammad saw.

Ayat ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah Swt hendak menampakkan kemuliaan Nabi Muhammad saw kepada seluruh makhluk-Nya. Simak penjelasan Ibnu Katsir berikut;

وَالْمَقْصُودُ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَخْبَرَ عِبَادَهُ بِمَنْزِلَةِ عَبْدِهِ وَنَبِيِّهِ عِنْدَهُ فِي الْمَلَأِ الْأَعْلَى بِأَنَّهُ يُثْنِي عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، وَأَنَّ الْمَلَائِكَةَ تُصَلِّي عَلَيْهِ، ثُمَّ أَمَرَ تَعَالَى أَهْلَ الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ بِالصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ عَلَيْهِ، لِيَجْتَمِعَ الثَّنَاءَ عَلَيْهِ مِنْ أَهْلِ الْعَالَمِينَ: الْعُلْوِيِّ وَالسُّفْلِيِّ جَمِيعًا

Artinya: “Maksud dari ayat ini ialah Allah Swt mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya kedudukan hamba dan Nabi-Nya kepada penduduk langit bahwa Allah memuji Nabi Muhammad di sisi malaikat-malaikatnya. Bahwa malaikat-malaikat-Nya juga bershalawat kepada Nabi. Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada penduduk dunia untuk membaca shalawat dan salam kepada Nabi, agar seluruh pujian dari keduanya berkumpul pada Nabi”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Menurut Syekh Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki dalam kitab Madza fî Sya’ban halaman 25, ayat tersebut turun pada bulan Sya’ban.

Karena itu, bulan Sya’ban menjadi waktu yang istimewa untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad saw.

Simak penjelasan Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki berikut:

0 Komentar