KURASI MEDIA – Peta bisnis perhotelan di Kota Kembang mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya okupansi hotel sangat bergantung pada musim liburan dan momentum long weekend, kini tren permintaan kamar di Bandung cenderung lebih merata sepanjang tahun.
Pergeseran ini menjadi sinyal kuat bahwa Bandung tak lagi sekadar kota tujuan liburan musiman, melainkan destinasi dengan arus kunjungan yang lebih konsisten.
Platform multi-brand perhotelan, RedDoorz, menilai stabilnya permintaan ini membuka ruang pertumbuhan baru, khususnya bagi hotel-hotel independen yang mampu beradaptasi dengan pola konsumsi tamu yang berubah.
Baca Juga:Promo JSM Alfamart Minggu Ini 20-22 Februari 2026, Minyak Goreng dan Kue Kaleng Turun HargaCocok untuk Staycation, Rekomendasi Hotel Murah dan Nyaman di Bandung
“Bandung bertransformasi dari kota liburan menjadi destinasi dengan permintaan rutin. Tamu kini datang lebih sering dengan durasi menginap lebih singkat. Bagi hotel, ini berarti okupansi yang lebih stabil sepanjang bulan,” ujar General Manager Area West & Central Java, RedDoorz, Ronald Tjandra, Jum’at (20/2/2026).
Didominasi Short Stay dan Last-Minute Booking
Berdasarkan catatan RedDoorz, perilaku tamu di Bandung menunjukkan karakter yang khas. Sebanyak 96 persen pemesanan kamar didominasi durasi menginap satu hingga dua malam. Sementara itu, 80 persen pemesanan dilakukan secara last-minute.
Angka tersebut mengindikasikan Bandung kini semakin identik dengan short getaway yang spontan. Kota ini menjadi opsi cepat bagi wisatawan, khususnya dari Jabodetabek, yang ingin melepas penat tanpa harus merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.
Perubahan ini turut mempengaruhi preferensi tamu. Faktor harga terjangkau, lokasi strategis, dan kemudahan pemesanan digital menjadi pertimbangan utama. Tak heran jika segmen hotel budget dan akomodasi bernilai terbaik (best value) semakin diminati, terutama untuk perjalanan singkat.
Okupansi Lebih Stabil, Pendapatan Ikut Tumbuh
Distribusi permintaan yang lebih merata sepanjang tahun berdampak langsung pada kinerja bisnis hotel. Sejumlah mitra RedDoorz di Bandung mencatat okupansi yang meningkat serta arus pendapatan bulanan yang lebih stabil dibandingkan pola musiman sebelumnya.
Salah satu contohnya datang dari mitra yang bergabung dalam jaringan multi-brand RedDoorz.
“Bergabung dengan multi-brand RedDoorz yaitu URBANVIEW semenjak Februari 2024. Setelah bergabung penjualan kamar di hotel saya meningkat dengan lebih dari 3300 kamar terjual sepanjang tahun 2025 dan pendapatan hotel pun meningkat hingga 33 persen,” ujar Tri Martini, Pemilik URBANVIEW Hotel 3m Syariah Bandung.
