Saat ini, RedDoorz bermitra dengan lebih dari 200 hotel independen di Bandung. Pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Bandung mencatat lonjakan pemesanan lebih dari 21.000 kamar, meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mempertegas bahwa kota ini tetap menjadi magnet utama wisatawan domestik.
Fondasi Permintaan yang Kian Kuat
Secara struktural, Bandung memiliki sejumlah faktor penopang permintaan yang solid. Kedekatan dengan Jakarta, ekosistem pendidikan yang besar, agenda event yang aktif, hingga daya tarik kuliner dan gaya hidup menjadi kombinasi yang menciptakan kunjungan berulang, bukan hanya musiman.
Dukungan infrastruktur juga memperkuat mobilitas wisatawan. Kehadiran kereta cepat Whoosh yang dioperasikan oleh Kereta Cepat Indonesia China pada rute Jakarta–Bandung menjadi salah satu faktor signifikan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, layanan ini telah mengangkut lebih dari 5,1 juta penumpang, meningkat 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Akses yang semakin cepat membuat perjalanan singkat ke Bandung kian praktis dan efisien.
Baca Juga:Promo JSM Alfamart Minggu Ini 20-22 Februari 2026, Minyak Goreng dan Kue Kaleng Turun HargaCocok untuk Staycation, Rekomendasi Hotel Murah dan Nyaman di Bandung
Ke depan, optimisme turut diperkuat dengan rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang akan dimulai pada 2026. Proyek ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dalam kota sekaligus mempercepat mobilitas, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap perputaran ekonomi, termasuk sektor perhotelan dan pariwisata.
Strategi Lokal Jadi Kunci
Melihat dinamika tersebut, RedDoorz menekankan pentingnya strategi berbasis lokal untuk menangkap peluang pertumbuhan. Pemanfaatan data permintaan, optimasi harga berbasis teknologi, serta distribusi digital yang luas dinilai menjadi kombinasi penting agar hotel independen tetap kompetitif sekaligus menjaga profitabilitas.
Dengan tren yang semakin stabil dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Bandung kini bukan hanya destinasi pelarian akhir pekan, melainkan pasar perhotelan dengan denyut permintaan yang semakin matang dan menjanjikan.
“Setiap kota memiliki karakter berbeda. Memahami perilaku tamu di tingkat kota dengan dukungan tim lokal yang profesional akan membantu hotel menetapkan strategi harga dan pemasaran yang lebih tepat. Bandung menunjukkan bahwa permintaan yang konsisten bisa menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tutup Ronald. (*)
