Resmi Dibuka! The Edit TSM Bandung Hadirkan 22 Desainer Ternama, Jadi Surga Fashion Muslim Jelang Lebaran

Resmi Dibuka! The Edit TSM Bandung Hadirkan 22 Desainer Ternama, Jadi Surga Fashion Muslim Jelang Lebaran
Resmi Dibuka! The Edit TSM Bandung Hadirkan 22 Desainer Ternama, Jadi Surga Fashion Muslim Jelang Lebaran
0 Komentar

KURASI MEDIA – Kota Bandung yang lekat dengan julukan Paris Van Java kembali menegaskan reputasinya sebagai barometer fashion nasional. Menjelang Lebaran 2026, sebuah destinasi belanja baru, The Edit, resmi dibuka di Trans Studio Mall Bandung. Butik ini menawarkan konsep one stop shopping dengan kurasi 22 brand desainer ternama Indonesia dalam satu ruang eksklusif.

Hadir sebagai butik luxury fashion muslim, The Edit membawa pengalaman berbeda bagi para fashionista. Tidak sekadar menghadirkan busana premium, butik ini merangkum berbagai gaya mulai dari modest wear, formal look, hingga busana pesta dalam satu lokasi yang nyaman dan tertata.

Deretan koleksi yang menghiasi etalase The Edit memancarkan karakter kuat masing-masing label. Sejumlah nama desainer seperti Malik Moestaram, Mulle, Meva, Lui, Selly Wira, Pitaukur, Soesan, Rahma Ika, Naema Hijab, Istambul hingga Egypt menjadi bagian dari kurasi tersebut. Masing-masing tampil dengan signature yang kuat, detail rapi, dan sentuhan desain yang sophisticated.

Baca Juga:ADV Rider Bandung Gelar Buka Bersama Anak YatimSiaga RAFI 2026, Telkomsel Jabar Perkuat Jaringan dan Layanan 24 Jam: Ibadah Tenang, Mudik Aman

Owner The Edit, Mumtazah Bavadal, mengungkapkan bahwa kehadiran butik ini bukan sesuatu yang instan. Perempuan yang akrab disapa Bella itu mengatakan bahwa cikal bakal The Edit berawal dari pengalaman panjangnya sebagai penyelenggara pameran fashion muslim di atrium TSM sejak 2008.

“Awalnya saya hanya sebagai EO yang membuat pameran fashion muslim di atrium TSM ini sejak 2008. Dan setiap penyelenggaraan, penjualan dari berbagai brand ini selalu baik. Berawal dari sana kami akhirnya menghadirkan The Edit dengan dukungan 22 brand,” ujar Bella.

Menurutnya, kekuatan utama The Edit terletak pada kualitas dan kurasi. Ia menegaskan bahwa tren tidak selalu harus diikuti sepenuhnya oleh setiap brand. Karakter dan identitas tetap menjadi daya tarik utama di tengah arus mode yang cepat berubah.

“Misalnya soal tren warna dan model, kalau sedang tren pastel, hampir semua brand pasti punya. Tapi ada juga yang tetap bertahan dengan ciri khasnya masing-masing. Jadi tidak semua ikut-ikutan. Misalnya untuk penggemar Malik Moestaram, mereka pasti suka dengan detail mutenya yang mewah,” jelasnya.

Konsep pengalaman berbelanja pun menjadi perhatian serius. Latar belakang pengelola yang dekat dengan dunia pameran, interior, dan event lifestyle tercermin dari tata ruang butik yang rapi, hangat, dan nyaman. Pengunjung dibuat leluasa untuk melihat koleksi, mencoba busana, hingga menentukan pilihan tanpa terburu-buru.

0 Komentar