KURASI MEDIA – Telur dikenal sebagai salah satu superfood yang mudah didapat dan kaya nutrisi, terutama protein. Namun, banyak orang masih ragu saat memilih antara telur ayam dan telur bebek untuk konsumsi sehari-hari.
Secara tampilan, telur bebek umumnya berukuran lebih besar, sekitar 1,5 hingga 2 kali lipat dibanding telur ayam. Kuning telurnya juga tampak lebih pekat dengan tekstur yang lebih creamy. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan lemak dan protein yang lebih tinggi, sehingga rasanya cenderung lebih gurih dibanding telur ayam yang lebih ringan.
Dari sisi nilai gizi, telur bebek memang lebih tinggi kalori. Dalam 100 gram telur rebus, telur bebek mengandung sekitar 223 kkal, sementara telur ayam hanya sekitar 149 kkal. Kandungan lemaknya pun lebih besar, yakni sekitar 18,5 gram, dibandingkan telur ayam yang berkisar 11 gram.
Baca Juga:Pernah Main di Indonesia! Ini 4 Fakta Pelatih Bulgaria Aleksandar DimitrovPromo Indomaret Terbaru 30 Maret–3 April 2026, Deterjen Mulai Rp15 Ribuan!
Meski demikian, telur bebek memiliki keunggulan pada kandungan mikronutrien. Telur ini kaya akan vitamin B12 hingga lebih dari 100% kebutuhan harian, serta zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi sistem saraf.
Di sisi lain, telur ayam sering menjadi pilihan bagi mereka yang menjalani pola makan sehat atau diet. Kandungan lemak dan kolesterolnya lebih rendah, serta proteinnya relatif lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Kedua jenis telur ini sama-sama mengandung vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan daya tahan tubuh. Selain itu, kandungan kolin dalam kuning telur juga berperan penting dalam perkembangan otak, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Namun, konsumsi telur bebek perlu diperhatikan karena kadar kolesterolnya cukup tinggi. Dalam 100 gram, kandungan kolesterolnya bisa jauh melebihi kebutuhan harian. Oleh karena itu, penderita penyakit jantung atau gangguan metabolik sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum rutin mengonsumsinya.
Dari segi keamanan, telur bebek juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap kontaminasi bakteri seperti Salmonella. Untuk itu, penting memastikan telur dimasak hingga matang sempurna, terutama jika dikonsumsi oleh kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kesimpulannya, pilihan antara telur ayam dan telur bebek tergantung pada kebutuhan masing-masing. Jika membutuhkan asupan energi, zat besi, dan vitamin lebih tinggi, telur bebek bisa menjadi pilihan. Namun, untuk konsumsi harian yang lebih seimbang dan rendah lemak, telur ayam tetap menjadi opsi yang lebih aman.***
