KURASI MEDIA – Memperingati Hari Bumi 2026, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui gerakan bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement. Mengusung semangat tema global “Our Power, Our Planet”, program ini mengajak masyarakat luas untuk terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
Tak sekadar kampanye, Telkomsel membuka ruang kolaborasi lintas kalangan, mulai dari generasi muda, pelanggan, hingga komunitas lingkungan. Upaya ini diarahkan untuk menekan jejak emisi karbon secara kolektif melalui berbagai program inovatif, termasuk kompetisi ide hijau hingga donasi pohon berbasis poin pelanggan.
Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan bahwa partisipasi publik menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini.
Baca Juga:Telkomsel Jabar Pastikan Jaringan Tetap Stabil Saat Lebaran 2026, Trafik Data Melonjak hingga 36 PersenSiaga RAFI 2026, Telkomsel Jabar Perkuat Jaringan dan Layanan 24 Jam: Ibadah Tenang, Mudik Aman
“Kami menyadari bahwa masyarakat memiliki kemauan yang besar untuk melestarikan lingkungan, asalkan mereka memiliki akses dan infrastruktur yang memudahkan mereka untuk bertindak. Oleh karena itu, Telkomsel Jaga Bumi hadir bukan sekadar program sosial perusahaan, melainkan sebagai wadah kolaborasi. Kami menyediakan ekosistem komprehensif, mulai dari kompetisi inovasi hingga fitur tukar poin menjadi pohon, agar setiap individu bisa memberikan dampak nyata bagi Bumi dan generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam implementasinya, Telkomsel merancang gerakan ini melalui tiga pilar utama. Pertama, Telkomsel Jaga Bumi Future Impact Challenge, yakni kompetisi nasional bagi generasi muda usia 15 hingga 35 tahun untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Pendaftaran dibuka sejak 22 April dan akan berlanjut hingga tahap kurasi pada awal Juli, sebelum memasuki sesi final pitching dan awarding di Yogyakarta.
Kedua, Talkshow Series yang menghadirkan praktisi, pakar, hingga komunitas peduli lingkungan dalam enam sesi diskusi. Berlangsung dari Mei hingga Juli 2026, forum ini akan mengupas beragam isu krusial seperti perubahan iklim, ekonomi sirkular, hingga masa depan keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, pilar ketiga diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon dan lokakarya bersama masyarakat di empat wilayah strategis, yakni Ciampea Bogor, Palu, Pesisir Selatan Sumatera Barat, dan Kulon Progo Yogyakarta. Program ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat lokal melalui edukasi lingkungan.
