Menurutnya, kreator juga perlu memiliki karakter dan ciri khas agar mudah diingat oleh audiens.
“Semua orang butuh pembeda untuk stand out. Kita juga harus membangun personal branding supaya orang ingat kita,” ujarnya.
Rossa turut membagikan pengalamannya menghadapi komentar negatif di media sosial. Ia mengaku memilih memilah kritik yang bersifat membangun dan mengabaikan komentar yang hanya bernada kebencian.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Minggu 17 Mei 202630 Kode Redeem Free Fire 16 Mei 2026: Banjir Hadiah Bundle dan Skin Gratis dari Garena
“Aku evaluasi dulu, apakah komentar itu membangun atau hanya sekadar hate. Kalau membangun, aku jadikan pembelajaran. Kalau tidak, ya sudah dianggap angin lewat,” ucapnya.
Ia juga mengenang masa awal menjadi kreator konten yang sempat diragukan oleh lingkungan sekitar. Namun, menurutnya, konsistensi akhirnya mampu membuktikan bahwa profesi kreator dapat berkembang menjadi karier yang menjanjikan.
“Aku sempat diragukan, tapi aku buktikan dengan konsistensi. Ternyata bisa jadi karier dan bahkan mengubah hidup,” katanya.
Sementara itu, Vickeu mengingatkan pentingnya memahami aturan platform digital agar kreator tidak terjebak pelanggaran yang dapat merugikan akun mereka.
“Platform sekarang sudah punya kebijakan. Kalau melanggar, konten bisa di-banned, bahkan tanpa kita sadari,” ujarnya.
Ia juga menilai kekuatan utama seorang kreator saat ini bukan hanya terletak pada ide konten, tetapi juga karakter personal yang ditampilkan.
“Cari yang unik dari diri kita, itu yang jadi pembeda. Karena sekarang yang dilihat bukan cuma ide, tapi karakter kreatornya,” katanya.
Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Persib Lawan PSM Makassar di Pekan 33 Super League 2025/2026Persib Butuh Bantuan Persijap untuk Kunci Gelar Juara
Menurut Vickeu, tren konten digital saat ini lebih mengutamakan cara penyampaian dan kepribadian kreator dibanding sekadar topik yang dibahas.
“Konten yang ramai sekarang justru yang punya karakter kuat. Cara membawakan cerita itu yang bikin menarik,” ujarnya.
Ia pun mendorong para pemula agar tidak takut memulai membuat konten karena peluang di industri digital masih terbuka luas.
“Konten itu bisa dari apa saja, bahkan video singkat pun sudah bisa jadi konten. Jadi mulai saja dulu,” tandasnya. (*)
