KURASI MEDIA – Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan film drama romantis yang menjanjikan kisah hangat sekaligus emosional. Rumah produksi Verona Films resmi memperkenalkan film terbaru berjudul Dan Bandung, sebuah adaptasi novel karya penulis legendaris Pidi Baiq yang akan membawa penonton menyusuri perjalanan cinta dua remaja dengan latar Kota Bandung yang penuh pesona. Pengumuman film ini ditandai dengan peluncuran teaser trailer dan teaser poster dalam konferensi pers yang digelar di Bandung, Jumat (19/6/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh produser Titin Suryani, sutradara Rudi Soedjarwo, penulis Pidi Baiq, serta para pemeran utama seperti Samo Rafael, Shanna Shannon, Theo Supple, dan Razan Zu.
Film Dan Bandung menawarkan warna baru dibandingkan sejumlah karya berlatar Bandung yang sebelumnya telah dikenal publik. Jika sebagian besar film remaja mengangkat kisah cinta yang ringan, Dan Bandung justru mencoba menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini, mulai dari perbedaan status sosial, tekanan keluarga, hingga pencarian jati diri.
Baca Juga:Jawab Pandangan Fraksi DPRD, KDS Tegaskan Komitmen Hadirkan Regulasi BerkualitasBawa Bekal Positif, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Melesat Kencang di Estoril
Cerita berpusat pada Basil yang diperankan Samo Rafael dan Elma yang dimainkan Shanna Shannon. Keduanya tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak menghalangi tumbuhnya rasa cinta di antara mereka.
Hubungan keduanya justru diuji oleh berbagai tekanan, termasuk pandangan lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Dari sinilah konflik emosional berkembang dan menjadi inti cerita yang akan disajikan kepada penonton.
Menariknya, film ini tidak hanya menyoroti sudut pandang tokoh laki-laki. Karakter Elma mendapat porsi besar sebagai representasi remaja perempuan yang menghadapi tekanan dari keluarga. Sosoknya digambarkan harus hidup di bawah aturan orang tua yang ketat, menyimpan luka emosional, dan berusaha menemukan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Kehadiran sahabat perempuan yang suportif juga menjadi elemen penting dalam perjalanan Elma. Persahabatan tersebut menjadi ruang aman yang membantunya bertahan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi. Sementara Basil hadir sebagai sosok yang membuka pandangan baru tentang kehidupan yang selama ini tidak pernah ia kenal.
