Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Gandeng Komunitas Media, Himpun Aspirasi untuk Peningkatan Layanan JKN

dr Lula Kamal
dr Lula Kamal, M.Sc Dewan Pengawas BPJS Kesehatan (tengah) didampingi Ropik Patriana, S.Kep. Ners. MM. AAK Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi (kiri) saat audiensi dan serap aspirasi bersama komunitas media lokal di Kota Bandung.
0 Komentar

KURASI MEDIA – Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Memasuki lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Program JKN tidak hanya berhasil memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan program melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dari unsur tokoh Masyarakat, dr Lula Kamal didampingi dengan Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan Komunikasi, Ropik Patriana menggelar audiensi dan serap aspirasi bersama komunitas media lokal di Kota Bandung, Jumat (10/07). Kegiatan ini bertujuan menghimpun berbagai masukan dari Komunitas Pewarta Balaikota Bandung (PBB) dan Jurnalis Life Style Bandung (JLB) sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan Program JKN.

“Media memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan Program JKN. Selain berperan sebagai pemberi informasi yang akurat kepada masyarakat, media juga menjadi salah satu kanal yang mampu menangkap dan menyampaikan aspirasi publik terkait pelayanan Kesehatan,” ujar Lula, Jumat (10/7).

Baca Juga:DAM Siapkan Wakil Jawa Barat Menuju Technical Skill Contest Honda Tingkat NasionalGelar Honda Modif Contest 2026, AHM Hadirkan Wadah Kreativitas Modifikator Tanah Air

Media memiliki kedekatan dengan masyarakat dan sering kali menjadi pihak pertama yang menerima berbagai masukan maupun keluhan terkait pelayanan publik. Karena itu, perspektif dari media menjadi sangat penting bagi kami untuk mendapatkan gambaran yang objektif mengenai implementasi Program JKN.

Dalam diskusi tersebut, komunitas media menyampaikan pandangan mengenai efektivitas penyebarluasan informasi Program JKN, tantangan literasi masyarakat terhadap hak dan kewajiban peserta, serta berbagai isu pelayanan kesehatan yang menjadi perhatian publik.

Selain itu, media juga memberikan masukan mengenai strategi komunikasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transformasi layanan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan.

“Hak dan kewajiban peserta JKN itu harus lebih disosialisasikan kepada masyarakat dengan menggunakan multi flatform (web, video hingga media sosial, red). Dengan begitu, peserta bisa membayar iuran dengan baik dan tidak hanya tidak hanya membayar saat mendesak saja,” kata ketua Jurnalis Lifestyle Bandung, Dini Budiman.

0 Komentar