Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
0 Komentar

Perlindungan terhadap risiko usaha tani juga disiapkan. Pemprov Jateng mengalokasikan program Asuransi Usaha Tani Padi untuk lahan seluas 10.449 hektare serta subsidi suku bunga bagi 800 paket pembiayaan petani. Perlindungan tersebut diperlukan agar petani tidak menanggung sendiri seluruh kerugian ketika lahannya terdampak bencana atau mengalami gagal panen.

Gubernur Luthfi menegaskan, peningkatan produksi pangan membutuhkan keterlibatan seluruh kabupaten dan kota, terutama dalam menjaga lahan pertanian, memperkuat mekanisasi, dan mendampingi kelompok tani.

“Gapoktan kita openi, dari mulai pembibitan, pemupukan, sampai pascapanen,” katanya.

Baca Juga:Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cek Cicilan 1-5 Tahun dan SyaratnyaKonektivitas Digital Kembali Normal 100%, TelkomGroup Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur Pascagempa NTT

Walakin, tantangan belum selesai. Perubahan musim, ancaman kekeringan, alih fungsi lahan, dan distribusi hasil panen masih harus dihadapi. Karena itu, pemetaan wilayah rawan kekeringan, pipanisasi, sumurisasi, pemanfaatan sumber air baku, hingga penyaluran pompa terus dilakukan. Jawa Tengah juga telah menerima sekitar 17 ribu pompa untuk didistribusikan sesuai kebutuhan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengingatkan bahwa produksi yang melimpah perlu diimbangi dengan distribusi yang merata.“Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi, agar surplus ini bisa merata dan menjaga stabilitas harga,” kata dia.

Di usia ke-81, Jawa Tengah meneguhkan perannya: merawat petani, menjaga sawah, dan terus menjadi salah satu lumbung pangan bagi negeri. (*)

0 Komentar