Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Dirut Telkom
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan paparan dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali.
0 Komentar

Pembahasan kemudian berkembang pada kebutuhan investasi dan kolaborasi untuk membangun infrastruktur fiber darat dan laut yang kuat. Sejalan dengan tema besar BATIC 2026, adopsi AI di skala enterprise, termasuk bagaimana teknologi tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai bisnis yang terukur, juga menjadi salah satu topik yang menarik perhatian. Selain itu, perkembangan komunikasi masa depan dan evolusi jaringan optik menuju infrastruktur yang semakin cerdas turut dibahas untuk menjawab kebutuhan era AI.

Di luar rangkaian konferensi utama, Telin sebagai penyelenggara BATIC 2026 bersama GLF juga mempertemukan para eksekutif C-level dalam Leadership Summit tertutup untuk membahas investasi, rantai pasok, kolaborasi ekosistem, serta kebutuhan energi bagi pengembangan infrastruktur berbasis AI.

Memasuki hari kedua, pembahasan diarahkan pada peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Asia Pasifik. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, pada sesi Ministerial Keynote menyoroti penguatan transformasi digital Indonesia di tengah perkembangan cloud dan AI.

Baca Juga:BRI Tumbuh Bersama UMKM, Kredit Rp1.235 Triliun Mengalir untuk Menggerakkan Ekonomi KerakyatanGempa NTT: Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam

“Seiring cloud dan AI terus membentuk ulang perekonomian dan masyarakat kita, masa depan digital Indonesia harus dibangun tidak hanya di atas inovasi dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan. Hal ini membutuhkan ekosistem digital yang kuat, aman, dan inklusif, yang didukung oleh kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas. Melalui kolaborasi, kita dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Edwin Hidayat.

Rangkaian diskusi kemudian mengeksplorasi perkembangan data center, konektivitas, dan cloud di era AI yang mendorong peningkatan permintaan layanan di kawasan. Perkembangan Bring Your Own IP Address (BYOIP) sebagai bagian dari nilai strategis bagi penyedia cloud, konektivitas, dan data center juga menjadi salah satu ulasan strategis bagi para pelaku industri. Beragam diskusi tersebut mencerminkan dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat peran BATIC 2026 sebagai ruang untuk bertukar perspektif, membuka peluang kemitraan, dan mendorong inovasi di kawasan.

Tidak hanya melalui konferensi utama, BATIC 2026 turut memperluas ruang kolaborasi melalui berbagai side events, di antaranya Mplify’s APAC Member Workshop, Future Tech Leaders Summit, Closed-door Leadership Summit, MNV Session, i3Forum’s Industry Perspectives, TM Forum Workshop, dan Mplify’s Southeast Asia Council Meeting. Berbagai sesi tersebut membahas isu strategis mulai dari Composable IT, Trustworthy AI, Autonomous Networks, data center berbasis AI, hingga perkembangan ekosistem mobile dan intelligent engagement. Kehadiran Expert Spotlights juga memperkaya rangkaian diskusi dengan perspektif dari para pakar industri.

0 Komentar