Telkom Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas

Indonesia Higher Education CIO Forum 2026
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan paparan dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 di Institut Teknologi Bandung.
0 Komentar

Seno menegaskan bahwa langkah pertama bukanlah membangun laboratorium kuantum, melainkan melakukan inventarisasi kriptografi dan menyusun rencana migrasi Post-Quantum Cryptography (PQC) yang tuntas sebelum 2030. Telkom menyiapkan arsitektur jaringan quantum-safe yang memadukan PQC, Quantum Key Distribution (QKD), dan Zero-Trust Architecture di lapisan jaringan akses, jaringan inti, hingga pusat data. Telkom sendiri telah aktif dalam satuan tugas migrasi PQC yang dipimpin Badan Siber dan Sandi Negara.

Kolaborasi pentahelix ini diarahkan pada satu tujuan, yakni mendukung agenda nasional Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapainya, seluruh aktor pentahelix yakni pemerintah, universitas, industri, komunitas, dan media, perlu bersama-sama menyiapkan tiga fondasi yang berfokus pada tata kelola, tulang punggung digital, dan talenta digital.

Sebagai wujud komitmen konkret, Telkom memosisikan diri pada tiga peran utama. Pertama, sebagai tulang punggung konektivitas dan infrastruktur digital nasional, Telkom melalui InfraNexia menyediakan 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang akan dikelola oleh InfraNexia. Peran ini juga diperkuat melalui kehadiran AI-ready data center dan cloud NeutraDC, platform LLM dan AI nasional, serta SOC nasional. Kedua, Telkom mengorkestrasi inovasi kampus melalui joint lab, testbed, hingga jalur komersialisasi riset menuju pasar. Ketiga, Telkom membuka akses terhadap teknologi mutakhir melalui kemitraan strategis global, skema investasi bersama berbasis konsumsi (OPEX), serta penjajakan pendanaan riset.

Baca Juga:Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti 350 PesertaMenggerakkan Ekonomi Negeri, Penyaluran Kredit BRI Capai Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2% di Triwulan II 2026

Komitmen tersebut dibuktikan lewat sejumlah implementasi, di antaranya penyediaan produk AI bagi sejumlah universitas, pra-peluncuran platform kedaulatan yang memadukan AI, komputasi awan, dan keamanan siber, serta program Digistar Class untuk mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi melalui penyiapan talenta digital Indonesia.

Melalui partisipasinya dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026, Telkom mengajak perguruan tinggi untuk mengambil tiga langkah bersama, untuk menyelaraskan tata kelola dengan menunjuk penanggung jawab di tingkat institusi, mendorong kolaborasi inovasi melalui joint lab bersama Telkom, serta memperkuat keamanan aset digital melalui inventarisasi kriptografi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Telkom memperkuat fondasi digital pendidikan tinggi sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia yang berdaulat, aman, dan cerdas secara digital.

0 Komentar