Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei, Kisah Mantan PMI Tati Purwanti yang Bertumbuh Bersama BRI

Diaspora Taiwan
Dengan dukungan penuh dari sang suami, pada 2016 Tati kembali ke Indonesia untuk mencoba membangun usaha dari pengalaman yang diperolehnya selama tinggal di Taiwan. 
0 Komentar

Meski demikian, Tati mengungkapkan bahwa pilihan menjual bubur sempat disertai keraguan, terutama karena cuaca Taiwan yang relatif panas. “Awalnya sempat ragu juga, Taiwan kan panas, apa orang mau makan bubur? Tapi saya pikir, kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu. Jadi waktu itu saya jalani saja dulu,” cerita Tati.

Bersama sang suami, Tati kemudian mulai meracik dan menyempurnakan resep Bubur Cirebon yang akan dijualnya. Selama sekitar delapan bulan, keduanya membangun usaha tersebut dari pinggir jalan, sembari menjaga kualitas rasa dan mengenalkan produknya kepada pelanggan. Perlahan, Bubur Cirebon menemukan pasarnya hingga akhirnya Tati memperoleh tempat usaha yang digunakannya sampai sekarang. Bahkan, penjualan Bubur Cirebonnya kini mampu menghasilkan omzet sekitar 30.000 NTD hingga 120.000 NTD.

Bertumbuhnya Bubur Cirebon kemudian membawa arti yang lebih besar bagi Tati. “Saya dulu juga datang ke Taiwan untuk bekerja dan membantu keluarga. Jadi kalau sekarang ada kesempatan untuk membantu orang Indonesia yang mau bekerja di sini, saya bantu sebisa saya. Saya tahu mereka juga punya keluarga yang ingin dibantu,” ungkapnya.

Baca Juga:TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic MovementMenyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Menjaga Akses Keuangan di Sumatera Selatan

Seiring Bubur Cirebon berkembang, kebutuhan akan pengelolaan finansial Tati pun ikut berubah. Selain melakukan transaksi. Kini, Tati memanfaatkan layanan BRI Taipei untuk kebutuhan penyetoran penerimaan usahanya. Ia juga mulai menggunakan QR Payment sebagai salah satu alternatif pembayaran bagi pelanggan.

“Dulu saya pakai BRI hanya untuk kirim uang ke Indonesia. Sekarang setelah punya usaha, kebutuhannya juga ikut berubah. Hasil penjualan yang masih tunai bisa saya setorkan melalui BRI Taipei, dan sekarang pelanggan juga mulai bisa bayar lewat QR Payment. Saya tidak pernah membayangkan perjalanan saya bisa sampai di tahap ini, dan sejauh ini petugas BRI Taiwan sangat membantu,” kata Tati.

Perjalanan tersebut sekaligus merefleksikan semangat Teman Seperjuangan PMI BRI di Taiwan. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa BRI terus mendorong masyarakat Indonesia, termasuk para PMI, untuk mengembangkan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki menjadi peluang ekonomi yang lebih luas.

0 Komentar