Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus mengatakan, evaluasi program penanggulangan TB perlu terus dilakukan untuk memastikan upaya pencegahan dan pengobatan berjalan efektif.
Ia mengapresiasi pelaksanaan skrining ketat terhadap kontak erat pasien TB di Kabupaten Jepara. Dari target 161 titik skrining, kegiatan tersebut telah berlangsung di 107 titik.
“Artinya, program ini sudah berjalan sangat baik. Jadi, tiap tahun kita evaluasi agar makin baik,” katanya.
Baca Juga:Indonesia Targetkan 7 Medali Emas di Asian Para Games Nagoya 2026RSUD Welas Asih Kembangkan Layanan Jantung, Lengkapi Fasilitas hingga Rawat Inap VVIP
Menurut Benyamin, tantangan penanggulangan TB bukan hanya memastikan pasien menjalani pengobatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dan pencegahan sebelum jatuh sakit.
Ia menyebutkan, pengobatan TBC di Indonesia sudah berjalan cukup baik. Namun, upaya pencegahan perlu terus diperkuat, salah satunya melalui pemberian obat pencegahan bagi kontak erat yang memenuhi indikasi medis.
“Kontak erat itu harus mendapatkan obat pencegahan,” ujarnya.
Benyamin menambahkan, program CKG menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Melalui pemeriksaan dan skrining, risiko penyakit diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk.
Ia juga menyoroti pelaksanaan CKG di Jawa Tengah yang didukung program Speling. Menurutnya, kedua program tersebut membantu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia berharap penguatan skrining dan pencegahan TB dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kesakitan sekaligus meningkatkan usia harapan hidup masyarakat dalam kondisi sehat.
Melalui deklarasi Desa Siaga TB, pemerintah berharap pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, organisasi masyarakat, dan warga dapat terlibat aktif dalam edukasi, penemuan kasus, pendampingan pasien, serta pencegahan penularan TB. (*)
