421 Desa/Kelurahan di Jateng Berstatus Siaga TB, Pemprov Terus Upayakan Skrining dan Pencegahan

421 Desa/Kelurahan di Jateng Berstatus Siaga TB, Pemprov Terus Upayakan Skrining dan Pencegahan
421 Desa/Kelurahan di Jateng Berstatus Siaga TB, Pemprov Terus Upayakan Skrining dan Pencegahan
0 Komentar

KURASI MEDIA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui perluasan skrining (pelacakan), pencegahan, dan pengobatan hingga tingkat desa.

Hingga 9 Oktober 2026, dari total 8.563 desa/kelurahan di Jawa Tengah, sudah ada 421 desa/kelurahan yang berstatus Desa/Kelurahan Siaga TB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penemuan kasus serta memastikan pasien TB mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:Indonesia Targetkan 7 Medali Emas di Asian Para Games Nagoya 2026RSUD Welas Asih Kembangkan Layanan Jantung, Lengkapi Fasilitas hingga Rawat Inap VVIP

“Penanggulangan TB tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Deklarasi Desa Siaga TB di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa, 13 Oktober 2026.

Berdasarkan data hingga 9 Oktober 2026, penemuan kasus TB di Jawa Tengah mencapai 68.617 kasus atau 65,08 persen, dengan persentase pasien yang memulai pengobatan sebesar 91,76 persen.

Adapun keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat mencapai 84,07 persen, sedangkan TB resisten obat sebesar 79,54 persen. Sementara itu, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru mencapai 23,31 persen dari target 326.038 kasus.

Menurut Sumarno, capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan upaya pencegahan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Penemuan kasus sejak dini, pemeriksaan diagnostik, dan tindak lanjut pengobatan harus dilakukan secara terintegrasi.

Pemprov Jateng juga mendorong integrasi program Active Case Finding (ACF) TB dengan layanan kesehatan primer. Integrasi tersebut diharapkan menyelaraskan skrining, rujukan, pencatatan, hingga tindak lanjut pasien.

Hingga 12 Oktober 2026, program CKG di Jawa Tengah telah melayani 18,8 juta orang. Sementara itu, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dilakukan oleh Pemprov Jateng telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali pelayanan dengan sasaran sekitar 131.500 orang.

Sumarno juga meminta dukungan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, memperluas akses pemeriksaan diagnostik, meningkatkan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi, serta mendukung inovasi ACF yang dikembangkan daerah.

Baca Juga:Demi Keberlangsungan Usaha Nelayan, Ahmad Luthfi Dukung Penindakan BBM IlegalAhmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Rumah Bersama untuk Seluruh Etnis

Selain itu, ia berharap pemerintah kabupaten/kota semakin memprioritaskan penanggulangan TB melalui perencanaan, penganggaran, koordinasi lintas perangkat daerah, serta penguatan dukungan hingga tingkat desa.

0 Komentar