KURASI MEDIA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli memperkuat komitmennya terhadap peningkatan literasi dan pelindungan konsumen melalui dukungan bagi Gerai CERDAS PeKA atau Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia – Peduli, Kenali, Adukan di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya. Dukungan tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda agar semakin cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital.
Peresmian Gerai CERDAS PeKA yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, Surabaya, pada Jumat (2/10), dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga Ardianto. Gerai ini merupakan inisiatif Bank Indonesia sebagai bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK), yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Universitas Airlangga dan Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS), serta didukung oleh BRI.
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menyampaikan bahwa Gerai CERDAS PeKA memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda menghadapi dinamika ekosistem keuangan digital.
Baca Juga:BIFA 2026, Direktur Utama Hery Gunardi Dinobatkan sebagai Best CEO Transformasi Ekosistem UMKMBRI Peduli Bangun Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Sekolah dan Aktivitas Ekonomi Warga
“Bagi BRI, kehadiran Gerai CERDAS PeKA pada hari ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya karena kita meresmikan sebuah fasilitas baru, tetapi karena kita sedang membangun sebuah ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital yang semakin dinamis,” ujarnya.
Melalui dukungan sarana edukasi, BRI menghadirkan ruang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar, diskusi, konsultasi, dan penguatan literasi keuangan digital. Gerai tersebut terbuka bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta organisasi kemahasiswaan untuk meningkatkan pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan, keamanan data dan transaksi, serta hak dan kewajiban konsumen.
Dengan pendekatan Peduli, Kenali, dan Adukan, sivitas akademika didorong untuk menjaga data pribadi, mengenali karakteristik dan risiko layanan keuangan digital, serta memahami mekanisme pengaduan ketika menghadapi permasalahan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang cermat dalam mengambil keputusan keuangan sekaligus menjadi agen literasi di lingkungannya.
