Telkom Perkuat ESG lewat Keanggotaan UN Global Compact dan Program Zero Waste to Landfill

telkom pengelolaan sampah
(kiri ke kanan) Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menerima sertifikat keanggotaan UNGC (United Nations Global Compact) yang diserahkan oleh Executive Director UN Global Compact Network Indonesia Dr. M. Windrawan Inantha, Kamis (22/10).
0 Komentar

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, volume sampah di The Telkom Hub berkisar antara 14.604 kg hingga 30.334 kg per bulan, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Februari. Sebanyak 51% merupakan residu dan 32% sampah organik, sementara plastik dan kertas masing-masing menyumbang 7%. Komposisi ini memperlihatkan pentingnya pemilahan untuk mengoptimalkan proses pengolahan dan mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

“Hari ini, kami bekerja sama dengan Telkom dalam program Zero Waste to Landfill untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, mulai dari pemilahan di sumber hingga meningkatkan potensi daur ulang. Kami mengapresiasi langkah Telkom Hub yang kini mulai mengalihkan pengelolaan sampah agar tidak lagi langsung berakhir di TPA. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi sekaligus mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja,” jelas Ridho Malik Ibrahim, Chief Operating Officer Waste4Change.

Pada kesempatan yang sama, Telkom menerima sertifikat keanggotaan UNGC yang diserahkan kepada Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno. Telkom tercatat sebagai peserta aktif UNGC sejak 16 Juli 2026 dan berupaya menerapkan Sepuluh Prinsip UNGC dalam strategi, budaya, serta kegiatan operasional perusahaan.

Baca Juga:Menkomdigi Tinjau Peran NeutraDC bagi Kedaulatan Ekosistem AI Data CenterOptimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

UNGC merupakan inisiatif keberlanjutan korporasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong perusahaan menerapkan Sepuluh Prinsip dalam empat bidang utama, yaitu hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi. Keanggotaan ini menjadi bagian dari upaya Telkom menyelaraskan praktik bisnis dengan prinsip-prinsip tersebut.

Executive Director UN Global Compact Network Indonesia Dr. M. Windrawan Inantha mengatakan, keberlanjutan perlu menjadi bagian dari strategi dan budaya kerja seluruh elemen perusahaan. Melalui UNGC, perusahaan memiliki kerangka untuk mengintegrasikan prinsip hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi ke dalam praktik bisnis.

“Inisiatif Telkom melalui Zero Waste to Landfill menjadi salah satu contoh bagaimana prinsip keberlanjutan lingkungan dapat diterjemahkan ke dalam langkah konkret serta mendorong praktik dan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab di TelkomGroup,” ungkap Windrawan.

Di bidang lingkungan, TelkomGroup menjalankan strategi dekarbonisasi melalui Climate Transition Plan yang diluncurkan pada 2025 sebagai peta jalan menuju net zero emission pada 2060. Dalam jangka pendek, TelkomGroup menargetkan penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20% pada 2030. Pada 2026, The Telkom Hub juga telah mencapai net zero emission untuk emisi operasional Scope 1 dan Scope 2.

0 Komentar