Menurut Antoni, pertumbuhan perdagangan juga menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Aktivitas usaha membutuhkan tenaga kerja untuk pemetikan, penanganan buah, hingga pengiriman.
“Kalau pedagang pengumpul biasanya dibantu satu atau dua pekerja. Kalau distributor, tenaga yang dibutuhkan lebih banyak karena barang yang ditangani juga lebih besar. Jadi ketika usaha berkembang, yang merasakan manfaat bukan hanya kami. Petani bisa menjual hasil panennya, pedagang bisa membeli lebih banyak, dan ada masyarakat yang mendapatkan pekerjaan. Dari situ perekonomian benar-benar berputar,” katanya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, BRI terus mendorong penguatan UMKM melalui akses pembiayaan dan pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas usaha.
Baca Juga:Usai Touring Honda Bikers Day, Ini Tips Merawat Sepeda Motor agar Tetap PrimaNew Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru
“BRI meyakini UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan kepada pelaku usaha tidak berhenti pada akses pembiayaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas, memperluas pasar, dan membangun ekosistem usaha. Kisah Antoni menunjukkan bahwa ketika pembiayaan dan pendampingan berjalan bersama, usaha dari daerah dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Dhanny.
