Bupati Pati Minta Maaf Usai Dianggap Tantang Warga Demo Tolak Kenaikan PBB 250 Persen

Bupati Pati, Sudewo
Tangkapan layar rekaman permintaan maaf Bupati Pati, Sudewo (sumber: Instagram.com/@sudewoofficial)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Warga Pati merasa terbebani atas kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen yang digagas oleh Bupati Pati, Sudewo. Masyarakat kemudian menyampaikan rasa keberatannya. Namun, respon Bupati dianggap mereka sebagai sebuah tantangan terhadap masyarakat.

Bupati Pati, Sudewo sebelumnya merespon niat masyarakat untuk mendemo kebijakannya tersebut. ‘5 ribu silakan, 50 ribu silakan’ ujarnya. Melihat respon sang Bupati, masyarakat kian jengkel.

Khawatir menimbulkan kisruh, Sudewo pun meminta maaf. Permintaan maaf tersebut disampaikan Sudewo di hadapan awak media di Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis (7/8) pagi.

Baca Juga:Tok! Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Cuti Bersama Kemerdekaan, Berikut Link SKB-nyaMountain Dew Resort and Cafe Resmi Dibuka, Nikmati Panorama Pegunungan Sumedang

Isi Permintaan Maaf Sudewo

“Pertama kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian kericuhan pada Selasa (5/8) kemarin. Kami tidak bermaksud untuk melakukan perampasan terhadap barang tersebut. Sama sekali tidak bermaksud melakukan perampasan. Hanya ingin memindahkan supaya tidak mengganggu kirab boyongan hari jadi Kabupaten Pati dan acara 17 Agustus. Kami tidak melarang dan tidak menghalangi penggalangan dana.

“Kedua, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan saya ‘5 ribu silakan, 50 ribu massa silakan’. Saya tidak menantang rakyat. Sama sekali tidak ada maksud menantang rakyat. Mosok rakyat saya tantang. Saya hanya menyampaikan supaya demo tersebut berjalan lancar dan betul-betul menyampaikan aspirasi bukan karena ditumpangi pihak tertentu.”

“Ketiga, saya menyampaikan kebijakan kenaikan 250 persen. Itu bukan semuanya. Tidak semuanya 250 persen. Yang di bawah 100 persen, 50 persen, jauh lebih banyak. Kalau ada pihak yang meminta 250 persen diturunkan akan kami tinjau kembali.”

“Berikutnya, awal pemerintahan saya ini tentu saya masih banyak kekurangan ilmu yang harus berguru, maka saya akan mengedarkan suara semua masukan dari pihak manapun untuk pembenahan Kabupaten Pati. Saya mohon maaf di awal pemerintahan saya ini banyak kekurangan.”

“Kelima, saya mengimbau supaya seluruh elemen masyarakat menahan diri masih bersama-sama menciptakan situasi aman dan kondusif untuk pembangunan Kabupaten Pati.”

Sudewo Sempat Disoraki Warga Saat Kirab HUT Pati

Setelah pernyataan tersebut, Sudewo sempat disoraki warga Pati saat acara kirab boyongan hari jadi (HUT) Kabupaten Pati. Warga berkali-kali meneriaki ‘huu’ ke Sudewo yang saat itu duduk di kereta kuda bersama istrinya.

0 Komentar