KURASI MEDIA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya akan menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengusut dalang di balik kerusuhan besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Kerusuhan yang berlangsung di sejumlah kota tersebut mengakibatkan kerugian material dan membuat situasi keamanan nasional sempat memanas.
Menurut Kapolri, kerja sama lintas lembaga ini diperlukan agar penyelidikan bisa berjalan komprehensif. “Kami berkoordinasi dengan BIN dan TNI untuk memastikan siapa aktor intelektual di balik kerusuhan. Negara tidak boleh kalah dengan upaya-upaya yang merusak stabilitas,” ujar Listyo di Mabes Polri, Minggu (7/9).
Fokus pada Aktor Intelektual
Polri menyebut telah mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi anarkis. Namun, aparat menekankan bahwa fokus utama penyelidikan bukan hanya pada pelaku lapangan, melainkan juga dalang yang menggerakkan massa.
Baca Juga:Manfaat Minum Air Lemon Setiap Pagi untuk Kesehatan TubuhArtis Indonesia yang Awet Muda di Usia 40 Tahun-an, Rahasianya Bikin Penasaran
Kerusuhan akhir Agustus dipicu gelombang demonstrasi menentang kebijakan ekonomi dan politik pemerintah. Sejumlah fasilitas umum rusak, termasuk kantor pemerintahan, kendaraan dinas, hingga rumah pejabat negara.
Peran TNI dan BIN
BIN akan menelusuri jaringan komunikasi serta dugaan keterlibatan kelompok tertentu yang disebut menunggangi aksi. Sementara TNI disiagakan untuk memperkuat pengamanan strategis dan mengantisipasi kemungkinan kerusuhan susulan.
Panglima TNI menyatakan dukungan penuh, menegaskan bahwa aparat akan bekerja sesuai prosedur hukum. “Kami solid bersama Polri untuk menjaga kondusivitas negara,” tegasnya.
Harapan Pemerintah
Pemerintah berharap langkah cepat aparat dapat meredam eskalasi ketegangan. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menegaskan bahwa aksi menyampaikan pendapat tetap dijamin undang-undang, namun tindakan anarkis dan perusakan tidak bisa ditoleransi.
Dengan pengusutan terintegrasi antara Polri, BIN, dan TNI, publik menantikan siapa sebenarnya dalang kerusuhan yang membuat Indonesia sempat berada dalam situasi genting di penghujung Agustus. (**)
