KURASI MEDIA – Tingginya mobilitas masyarakat selalu menjadi ciri khas musim mudik Lebaran di Indonesia. Pada periode ini, jalur-jalur perjalanan antarkota dipenuhi kendaraan, sementara bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, hingga rest area menjadi titik singgah yang ramai oleh para pemudik.
Tidak hanya itu, berbagai destinasi wisata di banyak daerah juga turut dipadati masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berlibur bersama keluarga. Melihat tingginya aktivitas masyarakat di berbagai titik tersebut, Bejo Jahe Merah kembali menghadirkan Booth Bejo Anti Angin di sejumlah lokasi strategis selama periode mudik hingga arus balik Lebaran 2026 yang berlangsung pada pertengahan hingga awal April 2026. Kehadiran booth
ini diharapkan dapat membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh agar hangat dan nyaman selama perjalanan yang panjang dan melelahkan.
Baca Juga:Libur Nasional April 2026: Ada Long Weekend, Catat TanggalnyaKang DS, Halal Bihalal Tahun Ini Sederhana, Tapi Menjadi Penegasan Reformasi Birokrasi
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi mengatakan bahwa perjalanan mudik sering kali membuat tubuh lebih rentan mengalami kelelahan hingga masuk angin, terutama ketika pemudik harus menempuh perjalanan jauh dengan waktu tempuh yang tidak menentu. “Setiap musim mudik kita melihat bagaimana rest area, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga terminal bis menjadi titik penting bagi pemudik untuk berhenti sejenak dan memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
Karena itu kami menghadirkan Booth Bejo Anti Angin di berbagai titik tersebut agar pemudik bisa mendapatkan dukungan untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan,” ujarnya.
Sebagai gambaran, pada periode mudik Lebaran 2025, total pergerakan masyarakat tercatat mencapai sekitar 146,48 juta orang. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh populasi Indonesia melakukan perjalanan pada periode tersebut.
Lonjakan aktivitas perjalanan ini tentu berdampak pada meningkatnya kepadatan di berbagai titik transit, terutama rest area di jalur tol yang menjadi tempat persinggahan utama para pemudik.
Salah satu contohnya terjadi di Rest Area KM 207 Tol Palikanci yang mencatat lonjakan pengunjung hingga 210 persen selama periode mudik tahun lalu. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah rest area lain di jalur utama. Fakta ini menunjukkan bahwa titik-titik transit seperti rest area, terminal, dan pelabuhan penyeberangan memiliki peran penting sebagai tempat bagi
