Teks Khutbah Jumat 17 April 2026: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang bahaya hati jauh dari Allah. (Pixabay/Joko_Narimo)
0 Komentar

Keseimbangan kelima unsur ini membuat kita mampu hidup utuh, yakni sehat jasad, tenang batin, bijak akal, suci hati, dan dekat dengan Allah.

Pertama adalah jasad atau rogo. Jasad merupakan bagian lahiriah manusia yang tampak dan memiliki hak untuk dipenuhi.

Pemenuhan hak jasad dapat dilakukan melalui konsumsi yang baik dan halal, olahraga secara rutin, istirahat yang cukup, serta menjaga diri dari tindakan yang bersifat merusak atau berlebihan, seperti pola makan ekstrem atau kebiasaan yang membahayakan kesehatan.

Baca Juga:EJ Sport Dukung BTN Jakarta International Marathon 2026 sebagai Official Sports Nutrition & 10K Presenting ParPercepatan Penanggulangan Banjir, Bupati Bandung Bentuk Satgas Bangli Sempadan Sungai dan Tim Pentahelix

Selain itu, jasad juga memiliki kewajiban, yaitu digunakan untuk menjalankan ibadah. Dengan jasad yang terjaga, kita dapat lebih optimal dalam melaksanakan perintah-perintah Allah. Jasad yang sehat dan kuat dapat diarahkan untuk kebaikan.

Tangan dapat digunakan untuk memberi dan membantu, kaki untuk melangkah menuju aktivitas yang bermanfaat, serta seluruh anggota tubuh menjadi sarana dalam mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua adalah nafsu atau karso. Nafsu adalah kekuatan besar yang hidup dalam diri kita. Nafsu itu ibarat api: bisa menghangatkan dan memberi energi, tapi kalau tak dijaga, juga bisa membakar dan merusak.

Dalam Islam, nafsu bukan untuk dimatikan, melainkan dididik dan diarahkan. Ada nafsu yang masih rendah (ammarah), yang sering menyeret kita pada hal-hal buruk.

Ada juga nafsu yang mulai sadar (lawwamah), yang sudah bisa menyesali kesalahan. Dan yang tertinggi adalah nafsu yang tenang (muthmainnah), yang sudah selaras dengan kebaikan dan ketenangan hati.

Tugas kita adalah menaikkan derajat nafsu itu. Dari yang liar menjadi terkendali. Dari yang serakah menjadi qana’ah. Dari yang mengikuti dunia menjadi menuju akhirat. Allah berfirman dalam surat al-Fajr ayat 27-30:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ . ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً . فَادْخُلِي فِي عِبَادِي . وَادْخُلِي جَنَّتِي

Artinya: “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama´ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku,” (QS. Al-Fajr 27 – 30).

Baca Juga:Update Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 16 April 202625 Kode Redeem FC Mobile Kamis 16 April 2026: Klaim Paket Pemain OVR Tinggi Secara Cuma-Cuma!

Ketiga adalah akal atau cipto. Akal berfungsi sebagai alat untuk memahami, menimbang, dan mengambil keputusan.

Akal yang digunakan secara baik akan membantu seseorang dalam membedakan yang tepat dan yang keliru, serta mendorong sikap terbuka terhadap ilmu pengetahuan.

0 Komentar