Ditangkap di Phuket, WNI Buronan FBI Hadapi Ekstradisi ke Amerika

Ditangkap di Phuket, WNI Buronan FBI Hadapi Ekstradisi ke Amerika
Ditangkap di Phuket, WNI Buronan FBI Hadapi Ekstradisi ke Amerika (Ilustrasi:freepik)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Thailand menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam kasus penipuan terhadap warga Amerika Serikat dengan nilai kerugian mencapai USD10 juta. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh otoritas Thailand pada Minggu, 26 April 2026.

Saat ini, pemerintah Thailand tengah menyiapkan proses administratif untuk mengekstradisi tersangka ke Amerika Serikat agar dapat menjalani proses hukum.

Pria berusia 33 tahun tersebut diamankan aparat pada Jumat lalu di sebuah resor mewah di Phuket. Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama cepat antara pihak kepolisian Thailand dan Federal Bureau of Investigation (FBI).

Jejak Pelarian Terendus dari Dubai

Baca Juga:Ini Dia 30 Kode Redeem FC Mobile yang Masih Aktif Hari Senin 27 April 2026, Klaim Sekarang!Diskon Indomaret Terlengkap 27–30 April 2026, Cek Daftar Promonya

Menurut keterangan Suriya Poungsombat dari kepolisian imigrasi nasional kepada AFP, keberadaan tersangka mulai terdeteksi setelah ia meninggalkan Dubai.

FBI kemudian memberikan informasi kepada otoritas Thailand bahwa pria tersebut telah tiba di kawasan Asia Tenggara pada Rabu, sebelum akhirnya berhasil ditangkap dua hari kemudian.

Setelah penangkapan, tersangka langsung dibawa ke pusat penahanan imigrasi di Bangkok sambil menunggu proses deportasi ke Amerika Serikat.

“FBI mengatakan dia dicari karena melakukan penipuan terhadap warga Amerika sekitar US$10 juta,” tambah Suriya saat memberikan keterangan resmi.

Modus Penipuan: Kencan Online dan Investasi Fiktif

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan metode yang terorganisir dan cukup canggih. Salah satu petugas imigrasi Thailand mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan model untuk menarik perhatian korban.

Para korban dijaring melalui berbagai platform digital, di antaranya:

  • Video call untuk membangun kepercayaan
  • Aplikasi kencan untuk menciptakan hubungan romantis palsu
  • Media sosial guna mempromosikan investasi fiktif

Dari hasil penyelidikan, tersangka diketahui mengendalikan jaringan penipuan tersebut dari Uni Emirat Arab.

Asia Tenggara Jadi Basis Operasi Penipuan Siber

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Asia Tenggara memang kerap disebut sebagai pusat operasi penipuan digital berskala internasional. Kelompok kriminal memanfaatkan fasilitas seperti hotel, kasino, hingga kompleks mewah untuk menjalankan aktivitas ilegal.

Jaringan Global dan Dugaan Pencucian Uang

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diguyur HujanIni Dia 16 Kode Redeem FC Mobile yang Masih Aktif Hari Jumat 24 April 2026, Klaim Sekarang!

Kasus ini juga berkaitan dengan jaringan kejahatan lintas negara, termasuk dugaan perdagangan manusia dan pencucian uang.

0 Komentar