Teks Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya

Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat. (Pixabay/geralt)
0 Komentar

هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ

Artinya: “Dia telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama.” (QS. Al-Hajj: 78)

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah Swt. tidak menjadikan agama ini sebagai sesuatu yang memberatkan bagi umat Islam.

Jika dalam menjalankan ibadah ada kesulitan, Allah selalu memberikan kemudahan sebagai jalan keluar. Dalam ilmu fikih, kemudahan seperti ini disebut rukhsah.

Baca Juga:Simulasi KUR BRI 2026 Pinjaman Rp150 Juta untuk Modal Usaha, Segini Cicilannya per Bulan30 Kode Redeem FC Mobile Rabu 6 Mei 2026: Klaim Player Pack TOTS OVR Tinggi Gratis Sebelum Hangus!

Di antara contoh rukhsah itu adalah diperbolehkannya shalat jamak dan qashar bagi orang yang sedang bepergian, kebolehan tidak berpuasa bagi orang yang sakit atau musafir yang kemudian wajib menggantinya di hari lain, serta diperbolehkannya mengonsumsi sesuatu yang haram dalam keadaan darurat apabila tidak ada pilihan lain yang dapat menyelamatkan jiwa.

Seluruh bentuk rukhsah dalam syariat Islam ini pada hakikatnya bertujuan untuk memberikan kemudahan dan meringankan umat Islam dalam menjalankan agama, tanpa mengurangi nilai ketaatan kepada Allah Swt.

Pada ayat lain, Allah berfirman tentang keringanan yang diberikan oleh Allah kepada manusia:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya”. (QS. Al-Baqarah: 286)

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Dalam kitab At-Tahrir wa at-Tanwir (juz 3, hlm. 135), Ibnu ‘Asyur menjelaskan bahwa ayat ini mengandung prinsip penting: Allah tidak membebani manusia dengan kewajiban ibadah yang melebihi kemampuannya.

Hal ini dapat dipahami dari kata “nafsan” yang digunakan dalam bentuk umum, sehingga mencakup semua manusia tanpa terkecuali.

Artinya, tidak ada satu pun manusia yang diberi beban yang benar-benar tidak mampu ia jalankan.

Baca Juga:Rekap Hasil Pekan 31 Super League 2025/2026: Title Race Semakin Sengit dan Panas!Update Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Rabu 6 Mei 2026

Dari sini bisa dipahami bahwa ajaran Islam pada dasarnya mudah dan sesuai dengan kemampuan manusia.

Ibnu ‘Asyur juga menjelaskan bahwa setiap aturan dalam syariat selalu mempertimbangkan kondisi dan kemampuan manusia, termasuk usaha dan kesungguhan mereka dalam beribadah.

Dengan kata lain, Allah tidak menetapkan sesuatu yang memang mustahil untuk dilakukan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah Saw juga bersabda:

0 Komentar