“Suamiku Lukaku” Jadi Suara Perempuan Korban KDRT, Ajak Penyintas Berani Bicara dan Melawan

Rilis
“Suamiku Lukaku” Jadi Suara Perempuan Korban KDRT, Ajak Penyintas Berani Bicara dan Melawan.
0 Komentar

KURASI MEDIA – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi persoalan yang membayangi banyak perempuan di Indonesia.

Tidak sedikit korban memilih bertahan dalam diam karena rasa takut, tekanan ekonomi, hingga trauma berkepanjangan akibat perlakuan pasangan.

Fenomena tersebut diangkat melalui film Suamiku Lukaku, sebuah karya yang tidak hanya menghadirkan cerita tentang luka perempuan korban KDRT, tetapi juga menjadi ruang refleksi sekaligus dukungan moral bagi para penyintas agar berani bersuara.

Baca Juga:45 Kode Redeem FC Mobile 17 Mei 2026: Banjir Hadiah Akhir Pekan, Buruan Klaim Sebelum Hangus!Creator Playdate Vici Society Ramaikan Bandung, Ratusan Kreator Konten Belajar Bangun Personal Branding

Kegiatan pemutaran dan diskusi film itu digelar serentak di sejumlah kota seperti Bandung, Solo, Semarang, Surabaya hingga Yogyakarta.

Acara tersebut dihadiri perempuan dari berbagai latar belakang yang pernah mengalami pengalaman pahit dalam rumah tangga.

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi setiap tahun.

Mayoritas korban mengalami kekerasan fisik maupun psikis dari orang terdekat, termasuk pasangan sendiri.

Salah seorang peserta, Ade Rahmi (49), warga Rajawali Ciroyom, Bandung, mengaku pernah hidup dalam tekanan dan kekerasan rumah tangga selama bertahun-tahun.

Dengan suara lirih, ia menceritakan bagaimana dirinya dulu memilih diam sebelum akhirnya memberanikan diri keluar dari hubungan tersebut.

“Dulu saya jadi istri yang pendiam. Tetapi karena terlalu sering disakiti, akhirnya saya berani mengungkapkan perasaan dan memilih meminta cerai,” ujarnya, Minggu (17/05/2025).

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Minggu 17 Mei 202630 Kode Redeem Free Fire 16 Mei 2026: Banjir Hadiah Bundle dan Skin Gratis dari Garena

Ade mengatakan, kekerasan yang diterimanya terjadi berulang kali hingga meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam yang masih dirasakan sampai sekarang.

“Kalau suami pulang kerja, saya sering dipukul sampai benjol-benjol. Sampai sekarang saya belum siap menikah lagi karena trauma masa lalu,” katanya.

Meski pernah berada di titik terpuruk, Ade berusaha bangkit dan menjalani hidup dengan lebih kuat.

Ia berharap perempuan lain yang mengalami kekerasan rumah tangga tidak lagi memilih memendam penderitaan sendiri.

“Kita sebagai perempuan harus kuat. Kalau merasa disakiti, harus berani mengungkapkan perasaan dan melawan. Yang penting bagaimana kita menjaga anak-anak kita,” ucapnya.

Cerita serupa juga dirasakan Ifa, peserta lain yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pesan yang dibawa film Suamiku Lukaku sangat dekat dengan realitas yang masih dialami banyak perempuan di luar sana.

0 Komentar