KURASI MEDIA – Risiko penyakit kronis seperti hipertensi kerap menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat lanjut usia. Kondisi ini membutuhkan pemantauan medis berkelanjutan. Azhari (77), seorang pensiunan TNI, kini hidup dengan hipertensi dan penyakit jantung. Namun, hal tersebut tidak mengendorkan semangatnya untuk menjalani hari. Terlebih, proses pengobatannya menjadi lebih mudah dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
Ditemui saat akan kontrol rutin di rumah sakit, Azhari menyampaikan bahwa JKN menjadi salah satu penyemangatnya untuk tetap berobat. Sebagai peserta dalam kelompok rentan, ia merasakan kemudahan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB).
”Saya rutin kontrol, diingatkan juga untuk jaga kesehatan. Biasanya cukup dipantau di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan obatnya sudah disiapkan, jadi tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit. Cukup beberapa bulan sekali seperti hari ini,” ujar Azhari.
Baca Juga:Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi KAMMI Jawa Barat dan Digdaya Dorong Pembangunan Inklusif melalui Diskusi “Jawa Barat Development Outlook”
Pancaran optimis ditunjukan oleh Azhari, mempunyai penyakit jantung tidak memupus harapannya untuk terus produktif. Kegiatan di masa senjanya kini, ia masih melakukan sampingan sebagai driver, khususnya bagi tamu asing karena fasih dalam berbahasa inggris. Azhari kerap berbincang dengan para tamu, banyak di antara mereka yang merasa kagum melihat dirinya tetap aktif di usia lanjut.
“Saya sering ditanya, bagaimana bisa tetap sehat di usia seperti ini. Saya jawab, kuncinya bahagia dan rutin berolahraga. Di Indonesia ini kalaupun sakit bisa berobat gratis dan terjangkau, selama punya BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Menjadi peserta jaminan kesehatan dari jaman PT. Askes (Persero), Azhari tidak pernah merasakan kendala ketika menggunakan JKN.
“Pelayanannya baik, tidak perlu antre lama, dan obat yang saya dapat juga sesuai. Saya menerima lima jenis obat dan semuanya ditanggung, tidak pernah diminta biaya tambahan,” katanya.
Menurut Azhari, konsistensi dalam menjalani pengobatan menjadi kunci agar kondisi kesehatannya tetap stabil. Ia juga disiplin mengikuti anjuran dokter dan tidak melewatkan jadwal kontrol.
“Dengan pekerjaan yang dilakukan BPJS Kesehatan ini sungguh sangat membantu masyarakat. Harapannya ke depan bisa terus ditingkatkan. Kita sebagai peserta juga harus saling memahami karena ini untuk kepentingan bersama. Antre sebentar itu wajar karena semua orang ingin sehat,” serunya.
