KURASI MEDIA — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia bersama Digdaya Indonesia dan Riset Resilien Nusantara menyelenggarakan forum diskusi strategis bertajuk “Jawa Barat Development Outlook: Menyelaraskan Grand Design Nasional, Daerah, dan Aspirasi Publik”. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan elemen gerakan kepemudaan dalam membaca arah pembangunan Jawa Barat menuju 2045.
Diskusi menghadirkan perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Barat, Bapak Ryan, akademisi sekaligus Tim Ahli Riset Resilien Nusantara Bapak Delpiero Hegelian, serta Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Aam Izus Salam.
Dalam pemaparannya, pihak Bappeda menegaskan bahwa Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari tingginya pengangguran akibat mismatch antara pendidikan dan kebutuhan industri, ketimpangan wilayah utara dan selatan, persoalan kemiskinan, hingga ancaman krisis lingkungan dan urbanisasi yang tidak terkendali. Namun di sisi lain, Jawa Barat juga memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas SDM, investasi produktif, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga:IM Owners Talk Real Experience di Bandung, Pengguna Indomobil eMotor Bongkar Nyamannya Pakai Motor ListrikINDOMOBIL Expo Bandung 2026 Ramaikan Tren Kendaraan Listrik, Warga Bisa Test Drive Langsung di 23 Paskal
Sementara itu, Delpiero Hegelian menyoroti bahwa Jawa Barat merupakan “cermin masa depan Indonesia”. Menurutnya, seluruh paradoks pembangunan nasional hadir secara nyata di Jawa Barat: pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi belum sepenuhnya menghadirkan keadilan sosial, industrialisasi yang maju namun menyisakan ketimpangan spasial, hingga pembangunan yang kerap berbenturan dengan daya dukung lingkungan.
“Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi dan proyek fisik semata, tetapi harus diukur dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan keadilan, kualitas hidup yang lebih baik, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Aam Izus Salam, menegaskan bahwa KAMMI Jawa Barat tidak ingin hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah, tetapi hadir sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“KAMMI Jawa Barat memandang bahwa pembangunan daerah membutuhkan partisipasi publik yang kuat dan berbasis kajian. Karena itu, kami mengambil langkah strategis dengan menghadirkan ruang diskusi seperti ini, sekaligus menyusun policy brief hasil kajian bersama akademisi dan peneliti untuk diberikan kepada Bappeda Jawa Barat sebagai bahan acuan dan literatur dalam merumuskan arah pembangunan Jawa Barat ke depan,” ujar Aam Izus Salam.
