Kolaborasi Pentaheliks, Pemkab Bandung Fokus Antisipasi Banjir, Sampah, dan Kemarau Panjang  

Kolaborasi Pentaheliks, Pemkab Bandung Fokus Antisipasi Banjir, Sampah, dan Kemarau Panjang  
Kolaborasi Pentaheliks, Pemkab Bandung Fokus Antisipasi Banjir, Sampah, dan Kemarau Panjang  
0 Komentar

Ia juga mengungkapkan pemerintah pusat telah menyetujui anggaran sebesar Rp48 miliar untuk penataan Danau Tegalluar sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir. Selain itu, kementerian terkait juga menyetujui anggaran sebesar Rp334 miliar untuk perbaikan daerah irigasi dan sektor pertanian.

Pada kesempatan yang sama, KDS juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Bandung. Saat ini, volume sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara yang mampu tertangani baru sekitar 200 ton per hari.

“Ini menjadi fokus utama karena banjir juga banyak dipicu oleh sampah,” ujarnya.

Baca Juga:Bupati KDS : Penanganan Banjir, Sampah, dan Kekeringan Harus Diselesaikan dengan Kolaborasi  Ilham Habibie Ajak Generasi Muda Jaga Keanekaragaman Budaya Lewat Peluncuran Antologi Puisi Agung Jerman  

Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, Pemkab Bandung berencana membangun 14 titik TPS3R baru. Sementara itu, dari 174 TPS3R yang telah ada, sebagian di antaranya tidak lagi beroperasi secara optimal.

“Saya berharap para camat mendata dan mengaktifkan kembali TPS3R yang terbengkalai,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah plastik sekali pakai, KDS juga menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bandung untuk membawa tumbler saat beraktivitas. Sejalan dengan kebijakan tersebut, PDAM Tirta Raharja diminta mendukung penyediaan fasilitas air minum isi ulang.

Selain itu, pengembangan bank sampah akan diperkuat melalui kerja sama dengan Koperasi Merah Putih. Dunia usaha juga didorong mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penanganan banjir dan sampah.

Menghadapi potensi kemarau panjang berdasarkan prakiraan BMKG, Pemkab Bandung juga meminta PDAM menyiapkan cadangan air bersih di wilayah yang berpotensi mengalami krisis air. Pemetaan daerah rawan kekeringan serta perbaikan jaringan irigasi menjadi prioritas yang harus segera dilakukan.

“Saya instruksikan para camat aktif menangani banjir dan sampah. Jangan lempar tanggung jawab. Koordinasikan dengan Satgas Citarum Harum. TPS3R harus berjalan, bank sampah harus optimal. Kita tidak bisa berlama-lama karena kondisi sungai sudah penuh,” tegasnya.

KDS menegaskan bahwa keberhasilan penanganan banjir dan sampah membutuhkan sinergi seluruh pihak. Menurutnya, transparansi program dan pembiayaan menjadi kunci agar seluruh upaya yang dilakukan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga:KSEI Gandeng BEI dan KPEI Edukasi Investor Bandung, Investor Muda Jadi Motor Pasar Modal  Indodana PayLater Perkuat Ekosistem Bisnis Jawa Barat, Ajak Merchant Manfaatkan Social Commerce dan Pembiayaan

Ia optimistis langkah kolaboratif yang telah dibangun mampu mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan di Kabupaten Bandung, termasuk di wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir.

0 Komentar