Ilham Habibie Ajak Generasi Muda Jaga Keanekaragaman Budaya Lewat Peluncuran Antologi Puisi Agung Jerman  

Ilham Habibie Ajak Generasi Muda Jaga Keanekaragaman Budaya Lewat Peluncuran Antologi Puisi Agung Jerman  
Ilham Habibie Ajak Generasi Muda Jaga Keanekaragaman Budaya Lewat Peluncuran Antologi Puisi Agung Jerman  
0 Komentar

KURASI MEDIA – Hubungan budaya antara Indonesia dan Jerman kembali diperkuat melalui peluncuran buku Antologi Puisi Agung Jerman yang berlangsung di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Kehadiran karya sastra dwibahasa ini menjadi simbol penting kerja sama kultural kedua negara sekaligus membuka ruang dialog lintas peradaban melalui puisi.

Buku tersebut merupakan hasil kurasi dan penyuntingan dua sastrawan lintas negara, Agus R. Sarjono dari Indonesia dan Berthold Damshäuser dari Jerman. Antologi ini menghadirkan karya-karya para penyair besar Jerman yang selama berabad-abad memengaruhi perkembangan pemikiran, filsafat, dan sastra dunia.

Baca Juga:KSEI Gandeng BEI dan KPEI Edukasi Investor Bandung, Investor Muda Jadi Motor Pasar Modal  Indodana PayLater Perkuat Ekosistem Bisnis Jawa Barat, Ajak Merchant Manfaatkan Social Commerce dan Pembiayaan

Acara peluncuran berlangsung dalam suasana hangat dan sarat makna. Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA., Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste, Direktur Goethe-Institut Jakarta Constanze Michel, para penyair, akademisi, hingga pegiat budaya dari kedua negara.

Dalam sambutannya, Ilham Habibie menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Jerman tidak hanya dibangun melalui kerja sama teknologi, industri, maupun ekonomi, tetapi juga melalui pertukaran budaya dan pemikiran.

Menurutnya, sastra memiliki peran penting sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat lintas bangsa untuk saling memahami sejarah, nilai, dan karakter budaya masing-masing.

“Melalui puisi, kita diajak menyelami kedalaman rasa, sejarah, dan dinamika pemikiran masyarakat Jerman yang diterjemahkan dengan sangat indah ke dalam bahasa Indonesia,” ujar Ilham Habibie.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman budaya di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Menurutnya, upaya memperkenalkan karya-karya sastra dunia kepada masyarakat Indonesia harus berjalan beriringan dengan komitmen mempertahankan kekayaan budaya nasional.

Pemilihan Perpustakaan Habibie & Ainun sebagai lokasi peluncuran dinilai memiliki makna simbolis yang kuat. Tempat tersebut menjadi representasi warisan pemikiran Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang dikenal memiliki kedekatan emosional dengan Jerman dan menaruh perhatian besar pada pengembangan ilmu pengetahuan serta kebudayaan.

Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menyampaikan apresiasinya terhadap terbitnya antologi dwibahasa tersebut. Ia menilai karya ini menjadi jembatan budaya yang efektif dalam mempererat hubungan diplomatik kedua negara melalui pendekatan sastra.

0 Komentar